Waspadai Serangan Jantung Senyap Nyaris Tanpa Gejala

Waspadai Serangan Jantung Senyap Nyaris Tanpa Gejala

06 Feb 2019

Dokterdigital.com - Seperti namanya, serangan jantung diam-diam awalnya tidak diketahui karena gejalanya tidak begitu kuat dan jelas seperti serangan jantung klasik.

Tasha Benjamin, seorang penduduk East Syracuse, New York, mengisahkan serangan jantung diam-diam yang dideritanya pada 2014. Meskipun banyak orang percaya semua serangan jantung akan disertai dengan nyeri dada, ia menjelaskan bagaimana hal itu tidak selalu terjadi.

"Anda mungkin tidak perlu merasakan gajah duduk di bagian dada, yang kadang-kadang berhubungan dengan serangan jantung. Mungkin juga Anda akan merasa mual dan pusing dan mungkin mengira itu karena sesuatu yang dimakan atau karena sedang lelah," kata Benjamin.

Gejala serangan jantung senyap ini bisa berupa sesak napas dan ketidaknyamanan di bagian tubuh selain dada, mungkin termasuk punggung, leher, satu atau kedua lengan, rahang, atau perut. Mereka yang menglamai serangan jantung diam-diam mungkin juga merasakan gejala yang berkaitan dengan perut, seperti mual, muntah, mulas, dan sebagainya.

Sementara tanda-tanda seperti kelelahan dan berkeringat sangat umum, itu mungkin merupakan tanda peringatan. "Dalam 25 tahun praktik saya, orang-orang yang berada di ambang laporan serangan jantung merasa lelah dan tidak dapat melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan," kata ahli jantung Dr. Stacey E. Rosen kepada Reader's Digest.

Di Amerika Serikat, diperkirakan 45 persen dari semua serangan jantung tanpa gejala, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation American Heart Association pada 2016.

Faktor seperti usia dan jenis kelamin terkait dengan serangan jantung senyap ini. Gejala bisu lebih mungkin memengaruhi orang dewasa yang lebih tua, terutama mereka yang berusia di atas 75 tahun. Dan wanita punya kecenderungan lebih memiliki gejala serangan jantung dibandingkan pria yang tidak terkait dengan nyeri dada.

Wanita juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit pembuluh darah kecil - merupakan kekhawatiran mengingat serangan jantung diam-diam terjadi pada pembuluh darah kecil. Ini adalah salah satu alasan mengapa wanita didorong untuk tidak mengabaikan perubahan yang tidak biasa dalam tubuh mereka dan kesehatan secara keseluruhan, bahkan jika tidak tampak mengancam.

Apa yang membuat serangan jantung diam berbahaya, atau bahkan berakibat fatal adalah karena tidak menerima perawatan yang diperlukan tepat waktu - jika gejalanya benar-benar tidak diperhatikan. Kadang-kadang, pasien hanya mengetahui tentang serangan jantung senyap ketika mereka menjalani elektrokardiogram, hal yang terjadi pada Benjamin.

Elsayed Z. Soliman, direktur pusat penelitian kardiologi epidemiologis di Wake Forest Baptist Medical Center di North Carolina, mengatakan begitu serangan jantung diam terdeteksi, serangan itu harus diperlakukan sama agresifnya seperti serangan jantung tradisional.

"Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah sama untuk kedua jenis serangan jantung," tambahnya. "Dokter perlu membantu pasien yang mengalami serangan jantung diam-diam untuk berhenti merokok, mengurangi berat badan, mengontrol kolesterol dan tekanan darah, serta lebih banyak melakukan aktivitas fisik."

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check