Kenali Risiko yang Dihadapi Ibu Hamil Gemuk

Kenali Risiko yang Dihadapi Ibu Hamil Gemuk

04 Feb 2019

Dokterdigital.com - Kehamilan merupakan bagian krusial dari 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) hingga anak mencapai usia 2 tahun. Karenanya, kehamilan sehat merupakan syarat untuk memiliki janin yang juga memiliki tumbuh kembang yang baik.

Meskipun ada pendapat yang mengatakan ibu hamil boleh makan apa saja, namun sebaiknya tidaklah jor-joran. Ada yang mengatakan 'makan berdua' itu benar adanya, namun bukan berrati bumil makan 2 kali lebih banyak dari yang seharusnya, jika tak mau mengalami kegemukan.

Kegemukan saat hamil memiliki sejumlah implikasi negatif, misalnya meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti keguguran atau keguguran berulang, bayi lahir mati (stiilbirth), hingga diabetes kehamilan (diabetes gestasional).

Komplikasi kehamilan ditandai oleh tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, misalnya ginjal, gangguan pada jantung, sleep apnea, bahkan persalinan akan sulit.

Obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi bayi, termasuk bayi lahir besar dan memiliki lebih banyak lemak tubuh dari bayi normal. "Hal ini bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik dan obesitas pada masa kanak-kanak, memiliki cacat lahir," kata spesialis gizi klinis Diana Suganda dalam diskusi Teman Bumil x Tokopedia di Jakarta, baru-baru ini.

Lantas, berapakah berat badan yang ideal untuk ibu hamil? Menurut Diana, apabila sebelum hamil berat badannya normal, maka kenaikan berat badan saat hamil dalam batas 11, 5-16 kilogram. Namun, bila sebelum hamil ibu kelebihan berat, maka kenaikan berat badan disarankan di kisaran 7-12 kilogram. Nah, apabila sebelum hamil sudah obsitas, maka kenaikan berat badan saat hamil hanya boleh sampai 9 kilogram saja.

Banyak ibu mengeluhkan sulit turun berat badan setelah melahirkan. Sementara menurunkan berat badan tidak disarankan karena masih menyusui. Sebenarnya memberikan ASI untuk bayi merupakan cara efektif untuk menurunkan berat badan. Menurut Diana,  menyusui membakar kalori yang cukup banyak.

"Ibu menyusui bisa menghasilkan 900 ml ASI, artinya ibu mengeluarkan sekitar 800 kalori. Itu jumlah kalori yang setara dengan olahraga di atas treadmill selama 3-4 jam," ujarnya.

Jika teratur menyusui, maka berat badan ibu cenderung turun. Tubuh ibu bisa langsung alami dengan menyusui karena tidak ada surplus kalori di tubuh, bebernya.

Diana menyarankan ibu menyusui mengonsumsi makanan tinggi protein dan mengurangi makan berkalori serta mengandung gula, juga memperbanyak minum.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check