Benarkah Tak Ada Kata Menopause bagi  Pria?

Benarkah Tak Ada Kata Menopause bagi Pria?

23 Jan 2019

Dokterdigital.com -  Begitu wanita mencapai usia tertentu, mereka mengalami menopause, yaitu ketika siklus menstruasi berakhir secara permanen dan kadar estrogen menurun. Lantas bagaimana dengan pria, apakah benar mereka tidak mengenal istilah menopause?

Para ahli cenderung menggunakan istilah andropause, yang menggambarkan kondisi pria mengalami penurunan kadar hormon testosteron. Andropause bisa dibilang dianggap setara dengan menopause wanita namun hanya pada tingkat tertentu karena ada beberapa perbedaan penting antara keduanya.

Melewati usia 30, diperkirakan bahwa pria mengalami penurunan testosteron secara alami sekitar 1 persen per tahun. Jadi pengurangannnya cukup bertahap dibandingkan dengan wanita di mana produksi hormon merosot selama periode waktu yang relatif singkat, yaitu ketika memasuki menopause, demikian catatan laman Mayoclinic.org.

Wanita mengalami perubahan signifikan lainnya selama menopause ketika tubuh mereka berhenti berovulasi. Pria, di sisi lain, tidak pernah berhenti memproduksi sperma.

Jim Hotaling, ahli urologi dan ahli kesehatan pria di University of Utah Health Care, mencatat bahwa perubahan hormon pada pria pun tidak separah yang terjadi pada wanita. "Ini adalah penurunan yang sangat bertahap dan pada beberapa titik, pada beberapa pria penurunan itu bisa menimbulkan gejala. Di sinilah para ahli berpikir ada kemiripan dengan menopause," jelasnya.

Tampaknya ada daftar panjang gejala yang mungkin ditandai dengan penurunan hasrat seks, tulang lebih lemah, kekuatan otot berkurang, lemak tubuh meningkat, frekuensi ereksi berkurang, hilangnya rambut tubuh, dan testis menyusut.

Beberapa pria juga mengalami penurunan rasa percaya diri, kehilangan daya ingat, depresi, masalah tidur, kelelahan, mudah marah, dan masalah dengan konsentrasi.

Menurut Body & Health, diperkirakan 4 hingga 5 juta pria di Amerika Serikat menderita gejala yang terkait dengan kadar testosteron yang rendah. Tetapi hanya sekitar 5 persen dari mereka yang benar-benar dirawat.

Hotaling menjelaskan bahwa pasien hanya dirawat jika mereka menunjukkan gejala kadar testosteron rendah, dikonfirmasi dengan bantuan tes darah. Perawatan biasanya melibatkan terapi penggantian testosteron.

"Ada obat lain yang bisa kita gunakan. Kelemahan pengganti testosteron misalnya bisa membuat pria mandul, bahkan sifatnya bisa permanen," katanya. "Tapi kita bisa menggunakan obat lain untuk benar-benar meningkatkan testosteron dan menjaga kesuburan pria tetap utuh."

Ingatlah bahwa tidak semua orang memerlukan terapi hormon karena gejalanya terlalu ringan atau dalam beberapa kasus gejalanya mudah ditangani.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check