Keranjingan Medsos Mirip dengan Kecanduan Obat?

Keranjingan Medsos Mirip dengan Kecanduan Obat?

11 Jan 2019

Dokterdigital.com - Kecanduan media sosial belakangan menjadi topik yang ramai diperbincangkan dan sulit hilang. Namun hal ini tetap tidak diakui oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, sehingga muncul banyak perdebatan perlu atau tidak dimasukkan sebagai jenis kecanduan yang butuh penanganan serius.

Adiksi menjelma menjadi ketergantungan pada sumber kesenangan, menjadi parah sehingga kita tidak dapat menghentikannya bahkan meski menginginkannya. Berdasarkan hal ini, apakah ada kesamaan antara penggunaan media sosial yang berlebihan dan kecanduan narkoba?

Para psikolog telah mencatat bagaimana tombol suka (like), komentar, atau pengikut (follower) baru dapat memicu pelepasan dopamin, mirip dengan opioid. Dengan kata lain, pemberitahuan yang muncul di ponsel mungkin juga menerangi pusat hadiah di otak. Tetapi pada saat yang sama, ini tidak selalu abnormal.

"Obat-obatan mempengaruhi jalur hadiah otak yang sama yang mendasar bagi fungsi kita, yaitu jalur yang mendorong kita makan ketika kita lapar, menjadi hangat ketika kita kedinginan, juga merasa baik," Keith Humphreys, profesor Universitas Stanford.

Dia mencatat bahwa manusia adalah hewan sosial sehingga merasa senang berinteraksi satu sama lain. "Jadi fakta bahwa sesuatu mengaktifkan jalur yang sama dengan kokain tidak berarti itu membuat ketagihan, hanya saja itu bermanfaat," bebernya.

Kekhawatiran baru akan muncul ketika penggunaan media sosial mengarah pada perubahan negatif dalam perilaku, secara konsisten mengganggu kegiatan yang tidak terkait atau mendorong dorongan kompulsif.

Orang-orang cukup sadar diri, mencari bantuan terapis ketika mereka menyadari telah menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar. Sama seperti kasus penyalahgunaan opioid atau kecanduan judi, beberapa individu hanya lebih rentan terhadap efek ini daripada populasi lainnya.

Bicara tentang perjudian, sebuah studi baru dari Michigan State University menjelaskan gangguan pengambilan keputusan berisiko merupakan sifat yang terkait dengan kecanduan narkoba serta penggunaan media sosial yang bermasalah.

Dalam judi diketahui peserta yang menunjukkan pengambilan keputusan yang lebih buruk juga memiliki ketergantungan psikologis yang lebih kuat pada Facebook. Para peneliti mencatat bagaimana mereka yang terlibat penyalahgunaan opioid dan kokain juga berkinerja buruk pada tes ini, menunjukkan kekurangan yang sama dalam pengambilan keputusan.

"Sekitar sepertiga manusia di planet ini menggunakan media sosial, dan beberapa dari orang-orang ini menunjukkan maladaptif, penggunaan berlebihan situs-situs ini," kata Dar Meshi, penulis utama studi dan asisten profesor di Michigan State. "Temuan kami mudah-mudahan akan memotivasi bidang ini untuk mengatasi penggunaan media sosial berlebihan secara serius."

Logo Artikel
Artikel Terkait

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check