Ingin Turunkan Kolesterol? Makanlah Bawang

Ingin Turunkan Kolesterol? Makanlah Bawang

10 Jan 2019

Dokterdigital.com - Walaupun rasanya mungkin tidak cocok untuk semua orang, bawang bombai atau bawang merah telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.

Sejumlah orang suka makan bawang bombai karena rasanya yang memang unik, pedas namun dalam level ringan. Menurut Victoria Jarzabkowski, ahli gizi dari Fitness Institute of Texas di University of Texas, mencatat bawang bombai merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, juga kaya senyawa sulfur, flavonoid, dan fitokimia.

"Saya suka merekomendasikan makan bawang merah karena mereka rempah ini menambah rasa tanpa garam dan gula," kata Jarzabkowski. Bumbu berbentuk umbi ini mengandung hanya 45 kalori per sajian, tanpa lemak.

Lantas, apa saja manfaat bawang bombai untuk menjaga kesehatan? Simak dalam paparan berikut ini:

1. Menjaga kesehatan jantung

Bawang bombai efektif dalam mengendalikan kadar kolesterol. Kita tahu, kolesterol LDL (kolesterol jahat) dapat menumpuk di sepanjang dinding arteri. Penumpukan dapat menyebabkan gumpalan darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Belerang pada bawang dipercaya dapat mengurangi jumlah LDL dalam darah. Ini telah dibuktikan dalam penelitian pada hewan di mana levelnya berkurang  hampir 20 persen tanpa mempengaruhi level HDL (kolesterol baik).

2. Mengurangi risiko kanker

Menurut sebuah studi tahun 2017 dari University of Guelph, bawang merah mungkin memiliki kekuatan melawan kanker berkat kandunganquercetin dan anthocyanin dalam jumlah tinggi. "Kami menemukan bawang sangat baik dalam membunuh sel kanker," kata pemimpin studi, Abdulmonem Murayyan.

"Bawang mengaktifkan jalur yang mendorong sel kanker untuk mengalami kematian sel. Mereka mempromosikan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sel kanker dan mengganggu komunikasi antara sel kanker, yang menghambat pertumbuhan," jelasnya. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sejauh mana manfaat ini dalam uji coba manusia yang sebenarnya.

3. Menjaga kelangsungan hidup bakteri baik

Karena adanya serat prebiotik yang dikenal sebagai inlulin, mengonsumsi bawang dapat membantu mempertahankan bakteri baik (yang dikenal dengan istilah probiotik) di usus. Serat pada dasarnya adalah sumber makanan bagi bakteri menurut sebuah studi 2018 dari King's College London.

Sayuran ini juga mengandung senyawa yang disebut frukto-oligosakarida yang dapat merangsang pertumbuhan bifidobacteria yang menekan pertumbuhan bakteri yang berpotensi berbahaya di usus besar," demikian menurut Joe Schwarcz, Ph.D., dari McGill University.

4. Mengatur gula darah

Pasien dengan diabetes melitus mungkin ingin perlu memasukkan bawang ke dalam pola makan harian. Ekstrak bawang Allium cepa, telah menunjukkan potensi dalam menurunkan glukosa darah tinggi ketika diuji dalam penelitian pada hewan.

Meskipun mekanismenya belum jelas, namun ada keyakinan bahwa kandungan belerang dalam bawang mungkin bertanggung jawab dengan mendorong peningkatan produksi insulin.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check