9 Cara Jaga Berat Badan Masuki Usia Kepala 4

9 Cara Jaga Berat Badan Masuki Usia Kepala 4

09 Jan 2019

Dokterdigital.com - Memasuki usia kepala 4 atau 40an bagi sebagian orang mungkin mengenali berat badan bertambah dengan mudah. Ibarat kata, minum air saja bisa menjadi lemak - meski ini sifatnya bercanda.

Namun bahwa mereka di usia 40an lebh gampang naik berat badan dan sulit menurunkannya dibanding sebelumnya, itu ada benarnya. Perubahan tingkat aktivitas, kebiasaan makan, dan hormon, dan bagaimana tubuh menyimpan lemak semua bisa memainkan peran ini.

Namun jangan cemas, ada sejumlah langkah sederhana untuk menjaga berat badan saat memasuki usia 40. Simak dalam paparan berikut ini:

1. Konsumsi sayur lebih banyak

Isi setengah piring dengan sayur setiap kali makan. Sayur cenderung memiliki lebih banyak nutrisi dan lebih sedikit lemak dan kalori daripada daging, produk susu, atau biji-bijian. Kandungan serat pada sayur juga membantu kenyang lebih lama, bahkan hanya jika makan lebih sedikit. Buah-buahan segar, seperti apel dan beri, juga baik untuk menggantikan makanan ringan yang tinggi lemak atau tinggi gula.

2. Biasakan sarapan

Para ahli merekomendasikan makan pagi yang sehat seperti roti gandum yang dipadu dengan buah. Sarapan dengan menu ini dapat membantu mengurangi rasa lapar menjelang jam makan siang sehingga kita menyantap makanan tidak sehat saat bepergian atau makan berlebihan saat makan siang. Mengudap camilan setiap beberapa jam dapat menjaga selera makan sehingga menghindari lapar mata.

3. Makan porsi kecil di malam hari

Ini strategi yang kerap terlupakan. Jika mendapatkan sebagian besar kalori harian saat makan siang (sebelum jam 3 sore), maka peluang untuk turun berat badan akan lebih besar daripada makan dalam jumlah banyak di malam hari. Namun ada ahli juga yang membantah hal ini. Ada yang menekankan yang paling penting adalah apa yang kita makan, bukan kapan.

4. Perhatikan cara mengolah makanan

Kelebihan lemak dan kalori bisa berasal dari cara kita menyiapkan makanan. Alih-alih menggoreng makanan atau memasaknya dengan mentega atau banyak minyak, cobalah memanggang, atau mengukus. Lakukan hal yang sama saat makan di resto, hindari makanan yang digoreng atau saus krim.

5. Jaga porsi makan

Saat sibuk dengan pekerjaan, anak-anak, dan rutinitas lain, kita cenderung tergoda untuk 'kalap' makan saat bepergian atau bahkan melakukan banyak tugas sambil makan. Pola ini tanpa disadari memicu makan berlebihan - dan menjadi lapar kembali segera setelahnya. Kuncinya adalah fokus makan. Duduk untuk makan dan nikmati yang tersaji di atas piring (bukan apa yang ada di TV atau layar komputer). Itu membantu otak untuk 'sadar' jika sudah cukup kenyang.

6. Air putih lebih baik

Jika selama ini suka minum kopi dicampur gula, teh manis, minuman ringan, atau minuman berenergi, beralihlah ke air atau minuman nol kalori lainnya. Minuman manis mengandung banyak gula tambahan, yang dapat membuat kita menambah berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

7. Luangkan olahraga

Pekerjaan yang menyita waktu, mengurus keluarga dan hal lain membuat si usia 40 tak punya banyak waktu luang untuk berolahraga. Tetapi penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan secara keseluruhan dengan melakukan aktivitas fisik moderat setidaknya 2,5 jam - seperti jalan cepat atau pekerjaan berkebun - setiap minggu. Mulailah kegiatan ini dan jadikan prioritas.

8. Jaga massa otot

Setelah usia 40 umumnya orang akan kehilangan massa otot secara alami, terutama wanita setelah menopause. Karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, ini dapat memperlambat metabolisme dan membuatnya lebih sulit untuk membuang kelebihan berat badan. Latihan kekuatan - mengangkat beban atau melakukan latihan beban tubuh, seperti push-up dan squat - setidaknya dua kali seminggu dapat membantu menjaga massa otot.

9. Kendalikan stres

Stres dapat membuat kita cenderung makan makanan yang tidak sehat, dan imbasnya membuat tubuh lebih sulit memecah lemak. Cobalah yoga, pernapasan dalam, meditasi, jalan-jalan, atau membaca buku yang bagus. Cara menghilangkan stres bisa berbeda untuk semua orang, jadi temukan yang cocok untuk diri sendiri.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check