Perbanyak Aktivitas Fisik Perbaiki Suasana Hati Penderita Bipolar

Perbanyak Aktivitas Fisik Perbaiki Suasana Hati Penderita Bipolar

07 Jan 2019

Dokterdigital.com - Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi membantu memperbaiki suasana hati dan level energi. Manfaat ini terutama dipetik pafa orang dengan gangguan bipolar, demikian menurut riset terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry.

Disebutkan, aktif secara fisik dapat membantu orang dengan gangguan bipolar melawan gejala depresi.

Di Amerika Serikat, hampir 3 persen orang dewasa mengalami gangguan bipolar dalam setahun terakhir. Diperkirakan 4,4 persen orang dewasa memiliki bipolar pada titik tertentu dalam kehidupan mereka.

Kondisi depresi bahkan lebih umum, baik di AS maupun di belahan dunia. Faktanya, sekitar 8 persen orang di atas usia 20 di AS mengalami depresi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Diperkirakan 300 juta orang yang hidup dengan depresi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkannya sebagai penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Nah, penelitian baru dapat membantu meringankan gejala depresi, terutama pada orang dengan gangguan bipolar.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Vadim Zipunnikov, Ph.D. - seorang asisten profesor di Department of Biostatistics at the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, MD - menemukan bahwa peningkatan aktivitas fisik dapat memperbaiki suasana hati dan level energi bagi mereka yang hidup dengan kondisi tersebut.

Zipunnikov dan rekannya meminta 242 peserta, berusia 15-84 tahun, untuk memakai alat pelacak aktivitas dan menyimpan buku harian elektronik tentang suasana hati dan energi mereka selama 2 minggu.

Para peserta - 150 di antaranya adalah perempuan - menggunakan buku harian empat kali sehari untuk menilai energi dan suasana hati mereka dengan menggunakan skala tujuh poin yang berkisar dari "sangat lelah" hingga "sangat energik" dan dari "sangat bahagia" hingga "sangat sedih."

Para peneliti menghitung rutinitas harian masing-masing individu dan menetapkan empat titik waktu sepanjang hari: satu di pagi hari, satu saat makan siang, satu pada waktu makan malam, dan satu pada waktu tidur.

Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi pada salah satu dari titik waktu ini berkorelasi dengan suasana hati yang lebih baik dan tingkat energi yang lebih tinggi pada titik waktu berikutnya sepanjang hari. Korelasi juga bekerja sebaliknya, yang berarti bahwa tingkat energi yang lebih tinggi pada satu titik dalam sehari dikaitkan dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi pada titik waktu berikutnya.

Efek menguntungkan ini adalah yang terkuat dalam subkelompok dari 54 peserta penelitian yang memiliki gangguan bipolar.

Penelitian baru juga menemukan bahwa lebih banyak aktivitas fisik dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih pendek malam itu. Tetapi lebih banyak tidur berkorelasi dengan aktivitas fisik yang lebih sedikit pada hari berikutnya.

Dijelskan peneliti, mengecek tidur, aktivitas fisik, suasana hati, dan energi pada saat yang sama sangat penting bagi orang dengan gangguan bipolar karena tidur dan aktivitas mempengaruhi kesejahteraan psikologis peserta.

Menurut Zipunnikov, sistem yang mengatur tidur, aktivitas motorik, dan suasana hati biasanya telah dipelajari secara independen. "Riset ini menunjukkan pentingnya memeriksa sistem ini bersama-sama daripada secara terpisah," ujarnya.

Dia menambahkan penelitian ini mencontohkan potensi untuk menggabungkan penggunaan pelacak aktivitas fisik dan buku harian elektronik dalam upaya lebih memahami keterkaitan dinamis yang kompleks antara berbagai sistem dalam konteks waktu nyata dan kehidupan nyata.

Zipunnikov dan rekan peneliti menyimpulkan bahwa temuan teranyar ini menunjukkan bahwa intervensi yang berfokus pada aktivitas motorik dan energi mungkin memiliki efektivitas yang lebih besar daripada pendekatan saat ini yang menargetkan pada suasana hati yang tertekan.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check