Muntah Darah, Pertanda Apa?

Muntah Darah, Pertanda Apa?

07 Jan 2019

Dokterdigital.com -  Muntah darah atau buang air besar (BAB) hitam adalah tanda dari perdarahan saluran cerna atas. Penyebab bisa macam-macam, misalnya  tukak di lambung dan atau tukak pada usus dua belas jari atau karena pecahnya varises di kerongkongan maupun lambung.

Perdarahan lambung juga bisa disebabkan oleh kanker lambung.  Sedangkan tukak dan kanker lambung  bisa disebabkan oleh kuman Helicobacter pylori.

Menurut Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB,FINASIM, FACP, konsultan Gastroenterologi FKUI RSCM, pada manusia, infeksi kuman Helicobacter pylori (H.pylori) bisa tanpa gejala, atau bisa jadi pasien seperti merasakan sakit maag.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan bahwa kuman ini sebagai zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

"Saat ini laporan dari berbagai pusat penelitian termasuk juga dari sentra-sentra pendidikan di Indonesia yang menunjukkan bahwa prevalensi infeksi H. pylori ini memang sudah menurun tetapi tetap harus diwaspadai," kata Ari dalam keterangan tulisnya.

Ari menyebut, dalam tiga tahun terakhir sejak Januari 2014 sampai 2017, Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia khususnya Kelompok Studi Helicobacter pylori Indonesia (KSHPI) melakukan penelitian infeksi kuman H pylori ini  di 20 RS Indonesia, baik yang mempunyai fasilitas maupun RS yang belum mempunyai fasilitas endoskopi. "Untuk rumah sakit yang belum mempunyai peralatan endoskopi kita membawa sendiri peralatan endoskopi untuk melakukan penelitian tersebut," ujarnya.

Penelitian itu bekerja sama dengan peneliti Jepang Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Oita, Jepang. Prof Yamaoka merupakan guru besar di Universitas Houston USA. Penelitian Helicobacter pylori itu juga sebagai bagian dari survei endoskopi yang didukung oleh Asia Pacific Society of Digestive Endoscopy (APSDE), organisasi perhimpunan endoskopi saluran cerna Asia Pasifik.

Penelitian di Indonesia melibatkan berbagai peneliti gastroenterologi serta pusat-pusat pelayanan kesehatan di berbagai kota di Indonesia. Sampai sejauh ini hasil penelitian multicentre ini telah menghasilkan 6 publikasi internasional. Hasil penelitian mendapati hasil prevalensi dari kuman H.pylori di Indonesia hanya 22,1 persen. "Angka ini menunjukan bahwa 1 dari 5 pasien dispepsia (sakit maag) mengalami infeksi H pylori," ujar Ari seraya menambahkan suku bangsa dan sumber air minum menjadi faktor risiko terjadi infeksi kuman H pylori.

Ada catatan penting dari laporan penelitian ini, yaitu etnis Batak, Bugis dan Papua mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita infeksi H.pylori ini dari pada etnis lain. "Kita tetap harus mewaspadai bahwa kuman ini ada di sekitar kita. Mengingat dampak klinis yang terjadi akibat infeksi ini begitu luas bisa menyebabkan perdarahan lambung sampai menyebabkan kematian," terang Dekan FKUI.

Sampai sejauh ini pemeriksaan  endoskopi menjadi pilihan untuk mencari penyebab perdarahan sekaligus mendeteksi adanya kuman H.pylori. Infeksi ini bisa diobati. "Dengan melakukan pengobatan kuman tersebut, kita telah memutus kelanjutan perjalanan infeksi ini sebagai penyebab terjadinya kanker lambung di masa datang. Diagnosis tepat harus ditegakkan agar pengobatan infeksi H.pylori dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran," pungkasnya.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check