Hipertensi Terkait Erat dengan Disfungsi Ereksi pada Laki-laki

Hipertensi Terkait Erat dengan Disfungsi Ereksi pada Laki-laki

02 Jan 2019

Dokterdigital.com - Tekanan darah tinggi seringkali tidak memiliki tanda atau gejala. Tetapi dampaknya pada kehidupan seks bisa terbaca, misalnya laki-laki yang mengalami hipertensi mungkin kesulitan mempertahankan ereksi.

Meskipun aktivitas seksual tidak mungkin menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan - seperti serangan jantung - tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi kepuasan saat melakukan hubungan seks.

Menurut laman Heart.org, kaitan antara tekanan darah tinggi dan masalah seksual terbukti pada pria. Bagi wanita yang mengalami penurunan kepuasan seksual, belum terbukti bahwa tekanan darah tinggi menjadi faktor yang harus disalahkan.

Kerusakan pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Nah, menurunnya aliran darah ke panggul bisa memicu masalah terkait kemampuan ereksi pada pria. Disfungsi ereksi terjadi ketika aliran darah ke penis tidak memadai untuk mempertahankan ereksi, atau bahkan membuat ereksi terjadi.

Bagaimana dampak hipertensi pada wanita? Perempuan dengan tekanan darah tinggi mungkin memiliki libido yang lebih rendah dan kurang memiliki minat dalam berhubungan seks, terutama jika kondisi ini juga memicu kelelahan. Jika aliran darah ke vagina berkurang, itu juga dapat mempengaruhi respons tubuh sebelum dan selama hubungan intim.

Tantangan bagi pria

Seiring waktu, tekanan darah tinggi merusak lapisan pembuluh darah dan menyebabkan arteri mengeras dan menyempit (atherosclerosis), yang membatasi aliran darah. Ini berarti lebih sedikit darah yang dapat mengalir ke penis. Bagi sebagian pria, penurunan aliran darah membuat sulit untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Ini masalah yang cukup umum dihadapi pria yang memiliki hipertensi.

Tekanan darah tinggi juga dapat mengganggu ejakulasi dan mengurangi hasrat seksual. Kadang-kadang obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi memiliki efek yang serupa.

Satu kejadian disfungsi ereksi dapat menyebabkan kecemasan. Ketakutan bahwa hal itu akan terjadi lagi dapat menyebabkan pria menghindari seks - dan memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Tantangan bagi wanita

Efek tekanan darah tinggi pada masalah seksual wanita sejauh ini belum dipahami dengan baik. Tapi ada kemungkinan tekanan darah tinggi bisa memengaruhi kehidupan seks wanita.

Tekanan darah tinggi dapat mengurangi aliran darah ke vagina. Bagi sebagian wanita, ini mengarah pada penurunan hasrat atau gairah seksual, kekeringan pada vagina, atau kesulitan mencapai orgasme. Solusinya, memberi pelumas saat hubungan intim bisa membantu mengatasi hal ini.

Seperti halnya pria, wanita dapat mengalami masalah kecemasan dan hubungan karena disfungsi seksual. Wanita harus berbicara dengan dokter mereka jika mereka mengalami kesulitan ini.

Efek samping obat tekanan darah tinggi pada pria

Obat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan disfungsi seksual, misalnya:

1. Pil air (diuretik). Diuretik dapat menurunkan aliran darah yang kuat ke penis, sehingga sulit mencapai ereksi. Pil ini juga dapat menguras seng tubuh, yang diperlukan untuk membuat hormon testosteron, yaitu hormon seks.

2. Penghambat beta. Obat-obatan ini, terutama beta blocker generasi lama seperti propranolol (Inderal, Innopran XL), umumnya dikaitkan dengan disfungsi seksual.

Untuk mengurangi risiko efek samping dari obat-obatan ini - termasuk masalah seksual - minumlah obat persis seperti yang ditentukan. Jika ternyata masih ada efek samping terkait kemampuan ereksi, bicarakan dengan dokter tentang pilihan obat lain yang mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Untuk membantu dokter memilih obat yang paling tepat, beritahukan semua obat lain yang sekarang sedang dikonsumsi - termasuk suplemen herbal dan obat-obatan yang dijual bebas. Kadang kombinasi obat atau suplemen tertentu berkontribusi terhadap masalah seksual.

Jika dokter mengatakan tidak apa-apa, konsumsi obat tekanan darah mungkin bisa dihentikan sementara untuk melihat apakah kehidupan seks membaik. Untuk memastikan tekanan darah tetap dalam kisaran yang aman, diperlukan pembacaan tekanan darah yang sering saat tidak minum obat penurun tekanan darah - yang mungkin menyebabkan kesulitan seksual Anda. Pemantauan tekanan darah ini dapat dilakukan mandiri di rumah.

Pria yang mempertimbangkan obat untuk disfungsi ereksi harus memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Biasanya aman untuk menggabungkan obat disfungsi ereksi sildenafil (Revatio, Viagra), vardenafil (Levitra, Staxyn) dan tadalafil (Adcirca, Cialis) dengan obat tekanan darah tinggi.

Namun perlu diingat, minum obat-obatan itu dengan nitrat (diminum secara teratur untuk sakit dada atau dalam keadaan darurat), dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya.

Lakukan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah, yang kemungkinan besar dapat berkontribusi pada perbaikan kehidupan seksual. Langkah yang perlu dilakukan misalnya berhenti merokok atau memakai tembakau dalam bentuk apapun, konsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan alkohol, mengurangi garam, menurunkan berat badan dan olahraga teratur.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check