5 Cara Menyenangkan Mengurangi Risiko Stroke

5 Cara Menyenangkan Mengurangi Risiko Stroke

20 Dec 2018

Dokterdigital.com - Cara paling efektif dan terkenal untuk mengurangi risiko stroke adalah melakukan gaya hidup sehat, yang melibatkan aktivitas fisik yang cukup, menghindari penggunaan tembakau/merokok, mempertahankan berat badan, juga membatasi asupan garam.

Tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa makanan, kebiasaan, dan minuman tertentu dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah. Berikut adalah lima di antaranya dalam mengurangi risiko yang mungkin belum banyak diketahui:

1. Sauna

Sauna bisa mengurangi stroke? Mungkin ini sesuatu yang baru dan belum banyak kita dengar. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa mereka yang rajin melakukan sauna paling sering (empat hingga tujuh kali seminggu) ternyata 60 persen lebih kecil untuk mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan satu kali sauna per minggu.

"Sauna tampaknya memiliki efek menurunkan tekanan darah, yang bisa membawa efek menguntungkan dengan mengurangi risiko stroke," kata penulis studi Dr. Setor Kunutsor. Panas dalam sauna dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan jantung yang lebih baik.

2. Cokelat

Penelitian telah mengklaim bahwa konsumsi cokelat dalam jumlah cukup dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Studi juga menemukan bahwa hal itu berlaku untuk pria dan wanita. Sementara hubungan sebab akibat belum ditetapkan, para ahli percaya bahwa flavonoid dalam cokelat bertindak sebagai antioksidan kuat dan agen anti-inflamasi (anti-peradangan), yang menguntungkan jantung dan otak.

Konsumsi dark chocolate dengan konsentrasi gula yang lebih rendah dan konsentrasi kakao yang lebih tinggi mungkin merupakan pilihan terbaik untuk dipertimbangkan. Namun, hal ini tidak disarankan untuk orang yang kelebihan berat badan karena penambahan berat badan dapat meningkatkan risiko stroke.

3. Flossing

Berikut adalah alasan lain untuk berhenti merasa malas menyikat gigi dan flossing di malam hari. "Tampaknya kebersihan gigi yang baik bermanfaat lebih dari  sekadar menjaga kesehatan gigi dan gusi, namun juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke," kata penulis utama Dr. Souvik Sen.

Alasannya mungkin disebabkan aterosklerosis, penyempitan arteri yang merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Ketika kesehatan gusi meningkat, perkembangan aterosklerosis melambat ke tingkat yang signifikan secara klinis. Meskipun penelitian telah menunjukkan korelasi ini namun American Heart Association menganggap bukti yang ada tidak meyakinkan untuk menegaskan adanya hubungan sebab akibat.

4. Seks

Yah, itu dihitung sebagai aktivitas fisik, bukan? Pria paruh baya tampaknya harus berbesar hati untuk mengetahui bahwa seringnya hubungan seksual tidak mungkin menghasilkan peningkatan risiko stroke yang signifikan, demikian menurut sebuah studi kohort yang ditindaklanjuti selama 20 tahun.

Alasannya mungkin bahwa hubungan seksual mencegah penumpukan kimia homosistein pada pria. Pada tingkat tinggi, kimia itu dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan serangan jantung.

5. Kopi

Sementara banyak yang percaya bahwa kafein bisa menjadi pemicu masalah jantung, penelitian terbaru menemukan kopi aman, bahkan riset menunjukkan bahwa kafein dapat membantu orang dengan irama jantung yang tidak teratur.

Studi lain pada 2017 menganalisis data dari Framingham Heart Study dan menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko mengembangkan gagal jantung sebesar 7 persen dan stroke sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan peminum bukan kopi.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check