Mitos vs Fakta Donor Darah yang Perlu Kita Tahu

Mitos vs Fakta Donor Darah yang Perlu Kita Tahu

14 Dec 2018

Dokterdigital.com -  Mendonorkan darah merupakan hal berharga, tidak hanya selama krisis tetapi sepanjang tahun. Data menunjukkan sebanyak 4,5 juta orang di Amerika Serikat  membutuhkan transfusi darah setiap tahun.

Sayangnya belum banyak orang yang sadar terkait pentingnya mendonorkan darah. Masih banyak mitos yang beredar terkait hal ini. Berikut ini sejumlah hal yang perlu diketahui terkait donor darah:

1. Sakit kronis tak bisa mendonorkan darah

Faktanya, tidak semua orang dengan sakit kronis tidak boleh mendonorkan darah, meski ada sejumlah kondisi yang memabtasi. Seseorang tidak boleh mendonorkan darah jika telah dites positif HIV atau virus hepatitis. Sedangkan mereka dengan kadar zat besi rendah atau sedang hamil juga disarankan menunda untuk donor darah.

Namun bagi mereka yang angka kolesterolnya tinggi masih bisa menyumbang darah, demikian juga pasien diabetes yang kadar gula darahnya terkontrol. Penyintas kanker dapat menyumbangkan darah ataspengawasan dokter atau perawatannya selesai setidaknya setahun sebelumnya.

2. Donor darah bisa bikin pingsan

Belum lama ini Ohio University menerbitkan survei yang mengungkapkan bahwa banyak orang melebih-lebihkan risiko pingsan ketika menyumbangkan darah mereka. "Kami tahu bahwa ketakutan adalah penghalang penting bagi donor darah, khususnya di antara donor baru dan donor muda," kata para penulis.

Kenyataannya, pingsan saat mendornorkan darah adalah kejadian cukup langka, terjadi pada kurang dari 1 persen orang yang menyumbangkan darah. Beberapa orang juga melebih-lebihkan rasa sakit terkait donor darah.

Tusukan jarum awal tidak lebih menyakitkan daripada saat kita mesti diambil darah untuk pengambilan cek lab atau suntikan vaksin.  Sementara darah diambil – kurang lebih  memakan waktu sekitar 10 menit,  akan muncul sedikit rasa sakit namun sejumlah orang mengaku tidak merasakan hal itu.

3. Orang bertato tidak bisa menyumbangkan darah

Memang mereka yang memiliki tato tidak dapat menyumbangkan darah jika tato berumur kurang dari satu tahun. Ini karena antibodi yang dapat dideteksi yang mungkin muncul selama periode itu jika orang itu  terinfeksi oleh jarum tato yang tidak bersih.

Tetapi mereka yang memiliki tato yang memenuhi syarat bisa  menyumbangkan darah bahkan sebelum tinta berumur setahun jika tato dilakukan di tempat yang memiliki lisensi. Karena standar ketat yang diterapkan di tempat-tempat ini, kemungkinan infeksi sangat rendah.

4. Saya bebas melakukan apa saja setelah proses donor

Ada sejumlah aturan yang harus diikuti setelah menyumbangkan darah. Selama 24 jam berikutnya, pendonor harus menghindari aktivitas fisik yang kerast seperti olahraga berat atau angkat berat.

Usahakan untuk tetap terhidrasi dengan minum lebih banyak cairan daripada yang biasa dilakukan di hari-hari biasa. Penting juga menjauhi alkohol sampai satu hari berlalu setelah menyumbang. Menurut Palang Merah Amerika, pendonor juga harus menjaga perban selama beberapa jam dan kemudian membersihkan daerah yang habis disuntik dengan sabun dan air.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check