Sakit saat Berhubungan Intim, Apa yang Salah?

Sakit saat Berhubungan Intim, Apa yang Salah?

13 Dec 2018

Dokterdigital.com - Apakah hal yang normal perempuan merasakan sakit saat berhubungan intim? Faktanya, hampir 3 dari 4 wanita akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik dalam kehidupan mereka, demikian menurut perkiraan dari American College of Obstetricians and Gynecologists.

"Intinya adalah sebagian besar perempuan yang aktif secara seksual mengalami sakit saat berhubungan seks pada suatu saat dalam kehidupan mereka," kata ahli urologi Dr. Cheryl Iglesia.

Sekarang, bagaimana kita mengetahui kapan rasa sakit itu pertanda ada yang salah? Iglesia menjelaskan bahwa itu tergantung pada dua faktor - seberapa sering itu terjadi dan seberapa parah rasa sakitnya.

Jika  hanya mengalami sedikit rasa sakit sesekali, sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika itu adalah sesuatu yang terjadi setiap saat, atau skala sakit mencapai tujuh, delapan, atau Sembilan, sebaiknya segera hubungi dokter kandungan.

Istilah medis dispareunia menggambarkan rasa sakit berulang selama dan setelah berhubungan seks. Wanita mungkin mengalami ini selama penetrasi - yang mungkin melibatkan penis, jari, atau mainan seks yang dimasukkan ke dalam vagina. Rasa sakit dapat menetap atau memburuk saat penetrasi atau selama aktivitas yang seharusnya menyenangkan bagi kedua pihak.

Rasa sakit mungkin bisa terjadi saat pertama kali berhubungan seks, kata Dr. Kirtly Parker Jones dari Universitas Utah. Ini karena jaringan-jaringan semakin melebar akibat bersenggama untuk pertama kalinya. Tapi ketika itu berlanjut secara berulang, kemungkinan ada yang tidak beres, bisa jadi infeksi.

"Wanita yang memiliki infeksi ragi (keputihan), beberapa wanita dengan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia, kondisi itu dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan badan," kata Jones.

Kekeringan atau pelumasan yang kurang merupakan salah satu penyebab paling umum dari seks yang menyakitkan. Meskipun mungkin ada hubungannya dengan foreplay yang tidak memadai, ada banyak kemungkinan lain untuk dipertimbangkan - menopause, kontrol kelahiran hormonal (kontrasepsi hormonal), produk vagina yang berbahaya, dan obat-obatan tertentu dapat berkontribusi pada kekeringan vagina.

Kita juga perlu memperhatikan rasa sakit jika itu secara khusus mempengaruhi satu area. Misalnya, nyeri vulva mungkin merupakan tanda vulvodynia atau infeksi kulit. Tetapi jika rasa sakit dirasakan di dalam panggul, kemungkinan hal itu disebabkan oleh endometriosis, fibroid, atau bahkan sembelit.

Apabila mengalami kejang atau pembukaan vagina berkontraksi dengan ketat, rasa sakit mungkin karena kondisi yang kurang umum yang disebut vaginismus. Dalam beberapa kasus, ini bisa bersifat psikologis, mungkin terkait dengan pelecehan seksual di masa lalu atau ketakutan terhadap keintiman.

Tapi apa pun penyebabnya, menemui dokter kandungan sangat disarankan karena dispareunia dapat diobati dengan bantuan pengobatan dan terapi. Langkah pertama bagi wanita adalah mengakui rasa sakit itu ketimbang mengabaikannya, menyalahkan diri sendiri, atau membiarkannya mempengaruhi kesenangan saat berhubungan seksual.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check