Inilah Alasan Ilmiah Anak-anak Puber Lebih Cepat

Inilah Alasan Ilmiah Anak-anak Puber Lebih Cepat

11 Dec 2018

Dokterdigital.com - Coba perhatikan, dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak cenderung mengalami pubertas pada usia lebih awal dari sebelumnya. Fenomena ini, yang telah meningkat selama dua dekade terakhir, telah diamati pada anak perempuan dan laki-laki.

Dalam istilah medis, pubertas dini disebut sebagai "pubertas sebelum waktunya"  yaitu merujuk sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Para ilmuwan khawatir bahwa pubertas sebelum waktunya menjadi semakin lazim, meskipun penyebab pastinya belum diketahui.

Mungkinkah ada faktor-faktor eksternal yang menyebabkan pubertas dini di masa pra-remaja? Menurut penelitian, anak-anak yang menginjak pubertas lebih awal bisa berisiko mengalami komplikasi fisik dan psikologis. Misalnya, seorang gadis yang lebih dulu ‘dewasa’ dibanding teman-temannya mungkin menghadapi isolasi sosial atau target pelecehan. Ini dapat menyebabkan masalah emosional selama usia yang sangat rentan.

"Kita tahu bahwa gadis-gadis yang berusia dini mengalami peningkatan risiko dari beberapa perilaku berisiko seperti konsumsi  alkohol, merokok, penggunaan narkoba, dan keterlibatan dalam perilaku seksual," kata Frank M dari Biro Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati.

Namun, orangtua tidak perlu panik – sejumlah bukti menunjukkan kebanyakan anak yang mengalami pubertas dini tidak menghadapi komplikasi serius. Tetapi para ilmuwan masih mencoba untuk memeriksa tren dan memahami apakah ada faktor yang dapat dikontrol dalam arena ini.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menunjukkan kemungkinan kaitan itu. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah paparan bahan kimia yang ditemukan dalam barang-barang rumah tangga biasa dan produk kecantikan yang digunakan sehari-hari berperan dalam pubertas dini?

"Kita tahu bahwa beberapa hal yang kita gunakan untuk perawatan tubuh bisa masuk ke tubuh kita, melewati kulit atau kita menghirupnya atau kita secara tidak sengaja menelannya," kata penulis utama Kim Harley, seorang profesor di Universitas dari California, Berkeley. "Kita perlu tahu bagaimana bahan kimia ini mempengaruhi kesehatan.”

Tim peneliti memeriksa konsentrasi berbagai bahan kimia dalam sampel urin yang diambil dari ibu selama kehamilannya dan anak-anak mereka pada usia 9. Sementara tidak ada asosiasi yang ditemukan dengan anak laki-laki, hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk anak-anak perempuan.

Temuan mengungkapkan adanya hubungan antara pubertas dini pada anak perempuan dan konsentrasi tinggi diethyl phthalate, triclosan, dan paraben dalam sampel urin. Zat kimia ini ditemukan dalam tata rias/kosmetika wajah, wewangian, sabun, detergen, semprotan aerosol, dan banyak lagi.

"Bahan itu dapat mengikat reseptor hormon, seperti reseptor estrogen, dan mempengaruhi perubahan dalam tubuh,” kata Harley Inverse, mencatat bagaimana bahan-bahan itu telah mempengaruhi perkembangan pada tikus dalam ujicoba hewan.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan karena peneliti masih tidak tahu apakah bahan kimia itu sendiri menyebabkan pergeseran usia pubertas ke arah lebih muda. Studi baru itu terbatas karena variabel, seperti paparan ibu terhadap pestisida. Tetapi jika orangtua masih khawatir, Anda dapat mencoba beralih ke produk yang lebih organik atau setara dengan produk ini bila memungkinkan.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check