Gel Pengendali Kehamilan untuk Pria Dinilai Menjanjikan

Gel Pengendali Kehamilan untuk Pria Dinilai Menjanjikan

07 Dec 2018

Dokterdigital.com - Bagi pasangan yang ingin menghindari kehamilan, seks biasanya melibatkan beberapa metode pengendalian kelahiran. Perempuan memiliki beberapa pilihan seperti pil kontrasepsi, koyo (patch), ligasi tuba, alat kontrasepsi dalam rahim, suntikan Depo-Provera, penutup leher rahim, dan kontrasepsi darurat.

Namun di sisi lain, pilihannya tidak cukup banyak bagi pria untuk mengendalikan kehamilan – sejauh ini terbatas pada penggunaan kondom dan vasektomi. Meskipun ada teknik penarikan atau coitus interruptus saat hubungan seks, namun metode ini tak dapat diandalkan.

Para peneliti telah mencoba mengembangkan lebih banyak metode kontrasepsi pria, mereka menghadapi tantangan seperti kurangnya dana dan perbedaan dalam biologi jenis kelamin.

"Pria menghasilkan ratusan juta sperma setiap hari, dan ketika ejakulasi keluar, ada 250 juta sperma disemprotkan," kata Michael Skinner, seorang ahli biologi reproduksi di Washington State University. "Sepersepuluh sperma itu bisa lolos dan  mampu membuahi telur jika melakukan seks di masa subur.”

Perhatian publik dalam sepekan terakhir mengarah kepada gel kontrol baru untuk pria. National Institutes of Health mengumumkan akan melakukan uji klinis untuk mengecek efektivitas gel pengendali kehamilan ini.

Gel yang dipakai dengan cara dioles ini -  merek Nestorone - mengandung senyawa progestin bersama-sama dengan dosis testosteron. Gel ini diserap melalui kulit setelah diaplikasikan di atas punggung dan bahu.

"Potensi gel baru ini sangat besar," kata Dr. William Bremner dari University of Washington School of Medicine, yang membantu menguji gel tersebut. "Ada kesalahpahaman bahwa pria tidak tertarik, atau bahkan takut terhadap alat untuk mengendalikan kesuburan. Kami tahu itu bukan masalahnya."

Jadi bagaimana tepatnya cara kerjanya? Progestin dari gel yang dioleskan itu mengurangi produksi sperma dengan menghalangi produksi alami testosteron dalam tubuh. Seperti yang ditunjukkan oleh pernyataan itu, hitung sperma akan mencapai tingkat yang sangat rendah atau tidak ada.

Gel ini juga memberikan dosis testosteron sehingga pengguna tidak mengalami efek samping dari berkurangnya produksi hormon - misalnya dorongan seks (libido) rendah.

Uji coba oleh National Institutes of Health (NIH) diatur untuk melibatkan lebih dari 400 pasangan yang akan membantu menguji seberapa aman dan efektif gel ini. Mereka juga akan mengamati bagaimana kenyamanan yang dirasakan pengguna karena beberapa orang mungkin merasa sulit untuk mengoleskan gel di punggung mereka secara tepat dan memadai.

Butuh waku lama dan melibatkan lebih banyak penelitian sebelum gel ini dirilis ke pasar. Beberapa ahli juga berbagi kekhawatiran tentang penggunaan sembrono, seperti seorang pria tak memakai kondom saat berhubungan seks bebas sebab gel tidak dapat melindungi terhadap penularan penyakit menular seksual.

"Saya tidak ingin wanita berhenti menggunakan kontrasepsi bahkan jika seorang pria melakukan bagiannya dalam mencegah kehamilan," tambah Sherry Ross, M.D., seorang ob-gyn di Santa Monica, California.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check