Peran Vital ASI untuk Bayi Prematur

Peran Vital ASI untuk Bayi Prematur

03 Dec 2018

Dokterdigital.com - Bayi yang lahir belum cukup bulan, yang lazim disebut bayi prematur, tidak hanya berukuran lebih kecil daripada bayi pada umumnya, namun mereka juga dapat memiliki berbagai masalah fisik dan perkembangan.

Dikatakan sebagai bayi prematur jika janin dilahirkan saat usia kehamilan belum menapak 37 minggu. Sejumlah sumber mencatat, bayi yang dilahirkan di usia kehamilan antara 23 hingga 28 minggu berpotensi mengalami risiko komplikasi tertinggi, misalnya cerebral palsy, gangguan kecemasan, ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder), hingga masalah penglihatan, pendengaran dan pencernaan.

Bayi-bayi yang terlahir sangat kecil ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi dan merupakan yang paling berisiko untuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Menurut laporan Born too Soon milik The Global Action Report on Preterm Birth dari PBB, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia hingga mencapai 675.700 bayi pada 2010.

Merawat bayi prematur tentu berbeda dengan bayi yang dilahirkan cukup bulan. Menurut pakar prematur dari RSCM, Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), perawatan bayi prematur jauh lebih sulit dibanding bayi cukup bulan, khususnya menyangkut masalah nutrisi. "Bayi prematur memilliki potensi yang lebih besar untuk terjadinya gagal tumbuh. Pemilihan sumber nutrisi dan perawatan yang tepat bagi bayi prematur menjadi sangat penting. Dalam hal ini ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi prematur," ujar Rina di sela-sela peluncuran buku "ASI untuk Bayi Prematur" di Jakarta, baru-baru ini.

ASI, sebut Rina, perannya sangat vital bagi bayi prematur. "Namun bukan sembarang ASI. Bayi prematur membutuhkan ASI yang sesuai dengan usia saat dia dilahirkan, karena komposisi ASI itu sesuai dengan kebutuhan si bayi," ujar Rina.

Makanya, ibu yang melahirkan bayi prematur tetap didorong memberikan ASI untuk bayinya meski tak bisa menyusui secara langsung. "Meskipun hanya beberapa tetes, namun ASI untuk bayi prematur ini bisa mencukupi kebutuhan nutrisinya," beber pelopor metode kanguru di Tanah Air untuk perawatan bayi prematur.

Rina menekankan, dengan pemberian ASI yang benar, cairan susu ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi prematur hingga usia 6 bulan. "Kandungan ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur sangat lengkap dengan  jumlah kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber nutrisi lainnya," ujarnya.

Meski ASI mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi dan mengejar kekurangan berat badan dengan optimal, namun tetap diperlukan pula evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan bayi yang lahir belum cukup bulan, misalnyamencakup berat badan dan tinggi badan sehingga risiko malnutrisi seperti gizi buruk dan stunting (tinggi badan kurang) dapat dihindari.

ASI untuk Bayi Prematur

Buku bertajuk "ASI untuk Bayi Prematur" mengulas segala hal terkait pemberian ASI bagi bayi prematur dan hal-hal yang harus diwaspadai dalam perawatan bayi yang lahir belum cukup bulan.

Buku ini merupakan wujud dedikasi pakar perinatologi dan neonatologi kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 58 tahun silam, untuk terus memberikan informasi dan referensi yang benar seputar bayi prematur bagi masyarakat awam bahkan bagi tenaga kesehatan sehingga dapat menangani dan merawat bayi prematur secara optimal.

"Saya melihat bahwa hingga saat ini masih begitu banyak ibu yang melahirkan bayi prematur, tidak tahu bagaimana merawat bayinya. Meskipun sudah era digitalisasi dimana segala informasi dengan mudah dapat dicari, namun angka kelahiran bayi prematur masih tetap tinggi," ujar Rina.

Rina berharap, buku ini bermanfaat bagi orang awam untuk mengetahui secara lengkap dan benar khususnya seputar pemberian nutrisi pada bayi prematur - yang menjadi hal fundamental dalam tumbuh kembang bayi terlahir kecil.

"Buku ini juga dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan yang mungkin tidak ahli dalam menangani bayi prematur," ujarnya.

Rina mengakui, buku ini hadir sedikit banyak terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai neonatologist di RSCM yang banyak menangani masalah bayi prematur dan berbagai permasalahan yang dihadapi si bayi, seperti gangguan pernapasan, infeksi berat, kelainan jantung, pengaturan suhu tubuh tidak stabil, gangguan kadar gula darah dan sebagainya. "Buku ini akan menjadi pilihan bacaan inspiratif bagi seorang ibu khususnya yang melahirkan bayi prematur," tandasnya.

Rina menambahkan, berkat kemajuan teknologi kedokteran dan bantuan medis yang optimal, tidak sedikit bayi prematur yang dapat bertahan hidup serta tumbuh dan berkembang optimal. Selain harus rutin melakukan berbagai penapisan pada bayi prematur, pemberian nutrisi yang memadai sesuai kebutuhan bayi merupakan faktor yang penting diperhatian oleh orang tua yang memiliki bayi prematur. "Dengan pemberian asupan ASI yang sangat mudah dicerna oleh bayi prematur serta memiliki zat kekebalan tubuh yang terbukti melindungi bayi terhadap bahaya infeksi," pungkasnya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check