Pola Makan ala Barat Rentan Picu Radang Sendi

Pola Makan ala Barat Rentan Picu Radang Sendi

19 Nov 2018

Dokterdigital.com - Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas sering mengalami rasa sakit dan kekakuan di persendian mereka. Dikenal sebagai osteoarthritis (atau arthritis yang berarti "aus dan robek"), peradangan sendi ini melibatkan erosi (pengikisan) tulang rawan, yang merupakan jaringan ikat di antara sendi, dan menempatkan lutut pada risiko tertentu.

Para ahli menganggap obesitas menjadi faktor risiko yang paling dapat dicegah untuk osteoartritis. Diasumsikan stres pada sendi merupakan penyebab perkembangan kondisi ini.

Namun, temuan terbaru dari penelitian pada tikus menunjukkan bakteri yang ditemukan di usus - sebagian besar diatur oleh diet (pola makan) - bisa menjadi kekuatan pendorong di belakang osteoartritis. Riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal JCI Insight.

Tim peneliti dari Universitas Rochester Medical Center di New York, memberi makan tikus dengan diet tinggi lemak mirip dengan kandungan pada makanan ala Barat seperti cheeseburger dan milkshake.

Setelah tiga bulan, tikus yang diberi makanan ala Barat itu menjadi gemuk dan menderita diabetes. Persentase lemak tikus-tikus itu dua kali lipat dari tikus yang diberi makanan rendah lemak yang sehat.

Bakteri penyebab peradangan ditemukan dalam jumlah banyak di usus besar tikus gemuk, sementara bakteri menguntungkan, yang lazim disebut probiotik, hampir tidak ada sama sekali. Ini sejalan dengan tanda-tanda peradangan di seluruh tubuh.

Para peneliti menginduksi robekan di jaringan tertentu dari lutut untuk menginduksi osteoartritis. Dibandingkan dengan tikus sehat, kondisi ini berkembang jauh lebih cepat pada tikus gemuk, dan dalam tiga bulan setelah robekan, semua tulang rawan mereka menghilang.

Dr Michael Zuscik, penulis studi dan profesor Ortopedi di universitas, menekankan pentingnya kartilago dan bahaya jika bahan itu rusak.  “Ketika kita kehilangan kartilago, ibaratnya tulang akan bertemu tulang, tidak ada lagi bantalan lagi. Anda harus mengganti seluruh sambungan itu. Mencegah itu terjadi merupakan hal yang tengah diupayakan, untuk menjaga agar tulang rawan ini tidak hilang,” ujar Zuscik.

Para peneliti juga mampu mengidentifikasi solusi tak terduga untuk mencegah efek ini, yaitu prebiotik yang disebut oligofruktosa. Prebiotik adalah bahan makanan yang dapat menginduksi pertumbuhan atau aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan (probiotik).

Ketika mengamati tikus gemuk yang mengonsumsi suplemen oligofruktosa, peneliti mencatat dua perbedaan. Pertama, tulang rawan lutut tikus gemuk itu sehat seperti tikus yang tidak gemuk. Kedua, tikus gemuk itu rendah peluangnya terkena diabetes.

Namun, tidak ada perubahan berat badan yang diamati pada tikus gemuk yang mengonsumsi makanan tinggi lemak. Karena alasan inilah para peneliti menemukan bukti yang menunjukkan bahwa mungkin bukan stres berat badan pada sendi yang menggerakkan osteoarthritis.

Sebaliknya, faktor kunci bisa menjadi peradangan yang disebabkan oleh diet Barat yang tidak sehat. "Tidak ada perawatan yang dapat memperlambat perkembangan osteoarthritis - dan pasti tidak ada yang membalikkannya," jelas penulis studi Dr. Eric Schott, seorang rekan postdoctoral di universitas dan ilmuwan penelitian klinis di Solarea Bio, Inc.

"Tapi penelitian ini menetapkan tahap untuk mengembangkan terapi yang menargetkan microbiome dan benar-benar mengobati penyakit,” pungkas Schott.

 

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check