Generasi O Rentan Terkena Penyakit Tidak Menular

Generasi O Rentan Terkena Penyakit Tidak Menular

12 Nov 2018

Dokterdigital.com -  Masyarakat di Asia termasuk Indonesia, berpotensi untuk masuk dalam kategori ‘Generasi O’ – yang terlalu banyak bekerja (overworked), banyak makan tidak sehat (overeating) dan hidup makin kewalahan (overwhelmed), demikian menurut hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2014.

Populasi Generasi O semakin meningkat, seiring dengan gaya hidup masyarakat khususnya generasi muda, yang cenderung menjalani pola hidup tidak teratur, mengabaikan pola makan sehat, jarang olahraga serta mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Ini disayangkan mengingat generasi muda Indonesia memiliki potensi yang besar untuk meraih berbagai target yang mereka tetapkan.

Hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016/17 mencatat bahwa sebagian besar generasi muda Indonesia belum rutin berolahraga sebanyak 51 persen, tidur kurang dari 6 jam per hari (34 persen) serta memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat (32 persen).

Penduduk Indonesia yang mengatakan bahwa mereka merokok lebih dari satu kali per hari juga cenderung lebih tinggi persentasenya dibanding dengan negara lain, yaitu 22 persen, dibandingkan dengan 13 persen secara regional.

Apabila dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kemungkinan timbulnya berbagai penyakit tidak menular (PTM), misalnya diabetes. Ini sungguh disayangkan mengingat penyakit tidak menular sesungguhnya dapat dicegah dengan mengendalikan berbagai faktor risiko, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Menurut Grace Joselini, dokter Tinmas Sepakbola Wanita Indonesia Asian Games 2018,  meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat membantu menjaga kesehatan secara umum.

“Sebagai langkah awal, olahraga basic seperti jalan cepat, jogging, serta lari dapat dijadikan pilihan tepat,” kata Grace dalam diskusi media mengenai pentingnya menjaga kesehatan untuk Generasi O yang dihelat Sun Life Financial Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Selain mudah dilakukan, imbuh Grace, olahraga lari juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan risiko terkena penyakit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga membantu melepaskan hormon endorfin, yang membuat perasaan menjadi lebih rileks. “Di sisi lain, lari dan gaya hidup sehat tengah menjadi tren tersendiri, yang tentunya baik untuk diterapkan dan perlu diiringi dengan komitmen berkelanjutan,” bebernya.

Untuk menerjemahkan ajakan ‘Live Healthier Lives’, Sun Life mengajak masyarakat untuk mengikuti aktivitas ‘Sun Life Resolution Run 2019’ yang akan digelar pada Januari 2019.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Sun Life Resolution Run yang diadakan di lima negara sekaligus, yaitu di Hong Kong, Filipina, Malaysia, Indonesia dan Vietnam.

Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge mengatakan kegiatan ini merupakan langkah pertama bagi masyarakat untuk mewujudkan resolusi hidup sehat mereka.

“Mengapa lari? Berdasarkan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016/17 menunjukkan bahwa 60 persen responden memilih meluangkan waktu lebih banyak untuk melakukan olahraga lari. Melalui kampanye ‘Live Healthier Lives’ kami ingin membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” ujarnya.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check