Meluruskan 4 Mitos Nutrisi Makanan

Meluruskan 4 Mitos Nutrisi Makanan

12 Nov 2018

Dokterdigital.com - Ada sejumlah mitos terkait zat gizi makanan yang dipercaya masyarakat padahal belum tentu terbukti secara ilmiah. Ada empat mitos nutrisi yang kerap kita dengar. Nah, agar tidak salah informasi mari kita luruskan yang salah kaprah itu dalam paparan berikut:

1. Bebas gluten adalah pilihan yang baik untuk semua orang

Jika ada yang mengatakan makanan bebas gluten baik untuk semua orang, kaji kembali pemahaman ini. Kecuali Anda didiagnosis dengan penyakit celiac, sungguh bukan ide yang baik untuk menghilangkan gluten dari pola makan.

"Makanan bebas gluten sering kali mengandung serat makanan dan mikronutrien lainnya dalam jumlah lebih rendah, sehingga mengurangi nilai gizinya. Serta, harganya lebih mahal,” kata Geng Zong, Ph.D., dan rekan peneliti di Universitas Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu, Zong dan tim risetnya meneliti asupan gluten di hampir 200.000 peserta. Mereka yang makan lebih sedikit gluten juga mengonsumsi lebih sedikit serat sereal, yang malah menempatkan orang-orang ini pada risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tidak makan makanan bebas gluten.

2. Kedelai menyebabkan kanker payudara juga efek feminin pada pria

Mitos ini tampaknya muncul karena adanya senyawa kedelai yang mengandung kesamaan kimia dengan estrogen, meskipun pada tingkat yang jauh lebih lemah. "Kedelai tidak akan menyebabkan efek feminin pada pria. Soya aman untuk dikonsumsi anak-anak, tidak menyebabkan atau mempromosikan kanker," kata Ginger Hultin, ahli diet dan juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics.

Malahan beberapa penelitian menemukan efek perlindungan pada kedelai. "Ada bukti bahwa kedelai baik untuk kesehatan tulang dan sistem kardiovaskular. Selain itu, soya merupakan makanan kaya gizi dan protein,” tandasnya.

3. Untuk menurunkan berat badan, berhentilah makan karbo

"Diet rendah karbohidrat dan tanpa karbohidrat belum terbukti lebih efektif dalam menurunkan berat badan daripada diet seimbang," kata Stefanie Mendez, seorang ahli gizi yang berpraktik di kelompok nutrisi NY dan salah satu pendiri Matriarch.

Daripada menghilangkan karbo dari pola makan harian,  disarankan untuk mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat dalam ukuran porsi yang benar. Hindari karbo varietas olahan (yang cenderung rendah serat dan nutrisi lainnya) dan pilihlah biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran bertepung, dan kacang polong.

4. Minyak kelapa dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung

Minyak kelapa mengandung jumlah lemak jenuh yang sangat tinggi. Diperkirakan 82 persen dari kandungan lemaknya jenuh, yang hampir sepertiga lebih dari jumlah yang ditemukan dalam mentega.

Diet tinggi lemak jenis ini telah dikaitkan dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi - yang dapat menjadi faktor risiko untuk masalah yang berhubungan dengan jantung seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Ingin tahu apa yang seharusnya digunakan untuk menggoreng? Minyak zaitun extra virgin, komponen sehat dari diet Mediterania, adalah pilihan terbaik menurut ahli diet.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check