Waspadai Potensi Bahaya Tersembunyi pada Bantal

Waspadai Potensi Bahaya Tersembunyi pada Bantal

07 Nov 2018

Dokterdigital.com - Bantal memang bisa menjadi teman tidur setia, namun sekaligus menyimpan bahaya tersembunyi. "Orang-orang meremehkan betapa banyak perbedaan yang bisa dilakukan dengan memilih bantal yang tepat, tidak hanya pada kualitas tidur tetapi juga bagaimana perasaan mereka sepanjang hari," kata Sammy Margo, seorang fisioterapis dari London.

Ada banyak hal negatif yang bisa dipicu oleh pemilihan bantal yang kurang tepat, antara lain:

1. Kekakuan

Merasakan bagian tubuh yang sakit pada siang hari mungkin menunjukkan masalah dengan postur tubuh di malam hari. Dan bantal dalam hal ini sama pentingnya dengan kasur.

Tidur miring bisa mendapatkan manfaat dengan menggunakan bantal tebal sementara orang yang tidur telentang bisa memilih bantal datar untuk menyamanan.

Ukuran bantal memberikan sudut kenyamanan terbaik untuk mendukung kelengkungan kepala dan leher berkaitan dengan posisi tidur. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan ketegangan otot, membuat leher kaku dan nyeri bahu di pagi hari.

2. Jerawat

Muncul jerawat di wajah? Mungkin bantal bisa menjadi biang keladinya.

Menurut dokter kulit Dr David Bank dari Center for Dermatology Cosmetic and Laser Surgery di New York, jerawat mekanik adalah jenis jerawat yang dipicu oleh gesekan atau karena bahan tertentu menyentuh wajah.

"Ketika sarung bantal tidak dicuci atau diganti secara teratur, penumpukan kotoran dan minyak dari lingkungan serta kulit dan rambut yang menyentuh bantal dapat berpindah kembali ke kulit,” ujarnya.

3. Gangguan tidur

Jika terus-menerus harus menyesuaikan kembali bantal ketika mencoba untuk tidur, itu indikasi bahwa bantal harus diganti. Tidur di atas bantal yang buruk dapat menyulitkan otak dan tubuh untuk rileks, yang dapat menyebabkan kurang tidur dan memicu kelelahan di siang hari.

Jangan menunggu sampai bantal terasa keras dan jahitannya robek. Tes kualitas yang baik adalah membengkokkan bantal menjadi dua. Jika tidak kembali ke bentuk semula, ini saatnya ganti dengan yang baru.

4. Alergi

Bantal dapat menarik sejumlah besar debu tungau jika tidak dibersihkan dan diganti secara teratur. Tungau merupakan pemicu alergi dan asma yang paling umum.

Sesak di dada, gatal pada mata, hidung, dan tenggorokan bisa menjadi tanda alergi. Yayasan Asma dan Alergi Amerika merekomendasikan untuk memilih sarung bantal anti-debu yang terbuat dari bahan yang mengandung pori-pori sangat kecil yang dapat menghalangi tungau debu untuk bergerak.

5. Bayi mati lemas

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) mengingatkan bayi harus tidur di permukaan yang datar dan tidak memiliki jenis ganjalan atau bantal di bawah kepala mereka, atau di mana saja di sekitarnya.

Risiko yang paling terkenal dari praktik ini adalah Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yang sering terjadi akibat mati lemas atau suhu tubuh tinggi yang dialami bayi saat tidur.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check