Pancuran Mandi Jadi Lahan Empuk Kuman

Pancuran Mandi Jadi Lahan Empuk Kuman

07 Nov 2018

Dokterdigital.com - Bayangkan segarnya mandi menggunakan shower (pancuran) air hangat di pagi hari. Tapi coba perhatikan, apakah permukaan pancuran itu tertutup dengan semacam deposit?

Mengingat bahwa pancuran sering hangat dan tertutup kelembaban, tampaknya jelas bahwa mikroorganisme rumah tangga akan berkembang di dalam dan di sekitar perlengkapan mandi itu. Perlukah hal ini dicemaskan?

Untuk menjawab hal ini, para peneliti dari University of Colorado, Boulder (CU Boulder) memeriksa ratusan sampel pancuran yang diseka. Sampel-sampel ini dikumpulkan dari 656 rumah tangga yang berlokasi di Amerika Serikat serta tiga belas negara Eropa.

"Ada dunia mikroba yang menarik berkembang di pancuran dan Anda dapat terpapar setiap kali  mandi," kata Noah Fierer, profesor ekologi dan biologi evolusi di CU Boulder.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal mBio mencatat bahwa bakteri yang ditemukan di kamar mandi umumnya sebagian besar tidak berbahaya. Tetapi strain tertentu yang ditemukan di rumah tangga di Amerika mungkin terkait dengan infeksi paru-paru.

Studi menemukan, patogen potensial ini dapat mengarah pada perkembangan infeksi paru nontuberculous mycobacteria (NTM). Tiga titik panas dari infeksi ini - Florida, New York, dan California Selatan - juga merupakan tempat dengan konsentrasi tertinggi mycobacteria pancuran.

Namun demikian, pada sebagian besar kasus, risiko penularan dan komplikasi tidak tinggi. Namun orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus lebih berhati-hati karena merekalah yang paling rentan terhadap infeksi. Tetapi bagi populasi normal, paparan bakteri sebenarnya bisa menyehatkan karena mereka meningkatkan kekebalan tubuh.

"Sebagian besar mikroba itu tidak berbahaya, tetapi beberapa tidak, dan penelitian semacam ini membantu kita memahami bagaimana tindakan kita sendiri –misalnya jenis sistem pengolahan air yang digunakan untuk bahan dalam saluran air,  dapat mengubah susunan  komunitas mikroba,” ujar Fierer.

Sesuai temuan, mikroba umumnya ditemukan di pancuran  logam dibandingkan dengan yang plastik. Rumah tangga yang menggunakan air yang ditambahkan  desinfektan klorin juga lebih mungkin untuk mengakumulasi mikroba di pancuran.

Berkenaan dengan frekuensi, para ahli menyarankan Anda untuk membersihkan kamar mandi  setidaknya sekali seminggu. Ini tidak hanya termasuk pembersihan pancuran tetapi juga bak mandi dan tirai shower. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menggosok permukaan dengan sikat gigi tua dan merendam kepala pancuran dalam desinfektan seperti cuka.

Singkatnya, pastikan saja tidak ada lendir yang terlihat dalam jangka waktu lama. Anda tidak perlu berlebihan dengan tip yang disebutkan di atas karena tidak mungkin untuk menghilangkan semua kuman di lingkungan seperti itu.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check