Lingkungan Bising Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Lingkungan Bising Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

07 Nov 2018

Dokterdigital.com - Polusi suara dapat menyebabkan gangguan pendengaran dalam jangka panjang, namun apakah hal yang sama memiliki efek merusak pada kesehatan jantung kita?

"Ada bukti yang konsisten bahwa kebisingan lalu lintas jalan menyebabkan serangan jantung," kata Dr. Yutong Samuel Cai, seorang ahli epidemiologi di Imperial College London, Inggris.

Tentu saja, ketika seseorang menyebutkan kendaraan di jalan, kita mungkin bakal bertanya-tanya apakah risiko kesehatan ini sebenarnya terkait dengan polusi udara dibandingkan dengan kebisingan yang berlebihan.

"Kebisingan dan polusi udara biasanya hidup berdampingan, tetapi kita dapat menyesuaikan model statistik untuk faktor pencemaran udara," Cai menjelaskan. "Kebisingan tampaknya memiliki efeknya sendiri pada sistem kardiovaskular."

Tahun lalu, tim peneliti dari Imperial memimpin penelitian yang memeriksa sampel darah dari 144.000 orang dewasa. Mereka menemukan perubahan berbahaya seperti kadar gula darah tinggi, terkait dengan orang-orang yang tinggal di lingkungan yang bising.

Pertanyaannya adalah: Bagaimana paparan kronis terhadap suara keras mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung? Para peneliti percaya ini bisa terjadi baik secara biologis dan psikologis.

Ketika suara tidak diinginkan, dan kita terpaksa mendengarnya, hal ini dapat menyebabkan gangguan ringan. Dalam jangka waktu lama ini bisa meningkat menjadi kadar stres yang tinggi. Seiring dengan peningkatan produksi hormon stres, seseorang mungkin menghadapi kesulitan dalam mencapai kualitas tidur yang baik jika suara-suara bising itu tetap ada di malam hari.

Seperti yang kita ketahui, faktor-faktor ini dikaitkan dengan risiko kardiovaskular dan kualitas kesehatan yang buruk. Peran stres juga disorot dalam penelitian awal yang akan dipresentasikan pada American Heart Association Scientific Sessions 2018, akhir November.

Setelah mempelajari hampir 500 peserta, mereka yang terpapar suara di tingkat tertinggi ditemukan mengalami peningkatan aktivitas di amigdala - bagian otak yang terlibat dalam pengaturan tegangan di antara fungsi-fungsi lain. Dipercaya bahwa reaksi ini berkontribusi terhadap peradangan pembuluh darah.

Ketika dibandingkan dengan mereka yang terpapar tingkat kebisingan yang lebih rendah, orang-orang ini juga tiga kali lebih mungkin menderita serangan jantung, stroke atau kejadian kardiovaskular besar lainnya.

"Pasien dan dokter harus mempertimbangkan paparan kebisingan kronis ketika menilai risiko kardiovaskular dan mungkin ingin mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan atau mengurangi paparan kronis seperti itu," kata penulis studi Dr Azar Radfar, seorang rekan peneliti di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston.

Ada metode intervensi jika berurusan dengan tetangga yang berisik, terutama pada malam hari. Tetapi jika tidak dapat menghindari sumber kebisingan, memakai penutup telinga atau headphone peredam bising mungkin memberikan sedikit kelegaan.

Anda juga dapat mempertimbangkan peredaman suara dan isolasi kebisingan yang lebih baik di rumah. Jika masalah terjadi di kantor, mintalah ruangan bekerja yang kurang bising.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check