Lavender Efektif untuk Redakan Kecemasan

Lavender Efektif untuk Redakan Kecemasan

22 Nov 2019

Dokterdigital.com - Minyak lavender memiliki sejumlah manfaat yang sudah banyak diteliti, misalnya memiliki efek penyembuhan saat digunakan secara oral atau topikal.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience pada 23 Oktober 2018 terungkap bahwa menghirup minyak lavender bisa membantu meredakan kecemasan.

Penulis studi Dr. Hideki Kashiwadani dari Kagoshima University, Jepang, mengatakan dalam pengobatan tradisional,  ada keyakinan bahwa aroma senyawa yang berasal dari ekstrak tanaman dapat membantu menenangkan gejala kecemasan.

Minyak lavender adalah salah satu minyak esensial yang paling populer, digunakan dalam berbagai produk mulai dari busa andi hingga lilin, banyak di antaranya mengklaim lavender dapat meningkatkan ketenangan. Tim peneliti memutuskan untuk mencari tahu apakah efek ini benar-benar terjadi dengan mempelajari sekelompok tikus.

Mereka mengamati perilaku tikus setelah terkena uap linalool. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah linalool, alkohol alami yang ditemukan dalam ekstrak lavender, bertanggung jawab untuk memicu relaksasi.

Menurut temuan itu, hanya aroma harum yang bisa menimbulkan efek rileks di otak setiap tikus. Selain itu, gerakan tikus ini tidak terganggu bila dibandingkan dengan tikus yang disuntik dengan linalool dan tikus yang berada dalam pengaruh benzodiazepin.

Tampaknya efek tidak langsung seperti aroma merangsang neuron sensitif di hidung yang terus mengaktifkan reseptor di otak. Dengan pemikiran ini, ada kemungkinan bahwa tikus yang disuntik atau diberi ‘pakan’ linalool memetik manfaat karena bau napas mereka yang dihembuskan, bukan karena linalool yang diberikan ke dalam sistem mereka.

Penelitian lebih lanjut menggunakan hewan masih diperlukan, untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya, sebelum aroma ini dapat mulai diuji dalam uji klinis pada manusia. Jika berhasil, linalool dapat diperkenalkan di masa depan sebagai bentuk pengobatan untuk pasien dengan gangguan kecemasan. Ini mungkin sangat penting bagi mereka yang ingin menghindari obat-obatan seperti benzodiazepin.

"Temuan ini tetap membawa kita lebih dekat ke penggunaan klinis linalool untuk mengurangi kecemasan - dalam operasi misalnya, di mana praterapi engan anxiolytics dapat meringankan stres sebelum operasi dan dengan demikian membantu menempatkan pasien di bawah anestesi umum lebih lancar," kata peneliti.

Linalool yang menguap juga bisa memberikan alternatif yang aman untuk pasien yang mengalami kesulitan dengan pemberian anxiolytics oral atau supositoria, seperti bayi atau orang tua yang bingung.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check