6 Kondisi Kesehatan yang Bisa Diteropong dari Kaki

6 Kondisi Kesehatan yang Bisa Diteropong dari Kaki

12 Sep 2018

Dokterdigital.com - Kaki bukan hanya organ vital untuk menopang tubuh, namun juga bisa sebagai 'jendela' untuk mengetahui status kesehatan pemiliknya, atau apa yang sedang terjadi dalam tubuh.

Kaki bisa sangat membantu dalam mengirimkan sinyal terkait status kesehatan untuk memberitahukan penyakit atau kondisi medis yang tengah dialami seseorang.

Apa saja kondisi kesehatan yang bisa diketahui dari kaki? Berikut di antaranya:

1. Diabetes

"Banyak orang dengan diabetes didiagnosis pertama karena masalah kaki," kata Marlene Reid, spesialis kaki yang berbasis di Illinois.

Mengalami rasa sakit atau kesemutan di kaki bisa menjadi salah satu gejala awal diabetes. Selain mati rasa, beberapa orang mungkin mengeluhkan luka yang tak kunjung sembuh. mengapa luka pada penyandang diabetes sulit sembuh? Ini terkait dengan tingginya kadar gula darah yang bisa menyebabkan kerusakan saraf penyakit diabetes tidak dikelola dengan baik.

2. Penyakit arteri perifer (PAD)

Ketika seseorang mengembangkan penyakit arteri perifer (PAD), darah yang mengaliri kaki akan berkurang.  Tak jarang hal ini terjadi karena penumpukan deposit lemak di dinding arteri.

"Tanda-tanda PAD antara lain penurunan pertumbuhan rambut di kaki dan pergelangan kaki, jari kaki keunguan, dan kulit tipis atau agak berkilau," kata Dr. Suzanne Fuchs, ahli bedah podiatrik di North Shore University Hospital di New York.

3. Melanoma

Meski melanoma biasanya terjadi di kulit, namun ada jenis melanoma yang dikenal sebagai melanoma subungual dapat terbentuk di bawah kuku.

Untuk tanda-tanda potensial, carilah perubahan warna dari kutikula ke ujung, atau garis-garis hitam kecoklatan di bawah kuku. Garis-garis dapat bertambah besar seiring dengan waktu dan juga disertai dengan kuku yang perlahan-lahan terpisah (lepas) dari dasar kuku.

4. Fraktur stres

Fraktur stres (retakan kecil di tulang) paling sering terjadi pada tulang yang menahan beban di kaki bagian bawah dan kaki. Mengalami rasa sakit di kaki saat berjalan atau berolahraga, namun menghilang saat beristirahat boleh merupakan tandanya.

Meskipun kondisi itu dianggap sebagai tanda osteoporosis, fraktur stres juga dapat terjadi karena kurangnya nutrisi, alas kaki yang buruk, olahraga tertentu, tiba-tiba bergeser dari gaya hidup ke pelatihan intensif, dan masih banyak lagi.

5. Hiperhidrosis

Sementara sebagian besar dari kita lazim memproduksi keringat dalam level  normal, beberapa orang mungkin menderita hiperhidrosis, ditandai dengan keringat berlebih. Kaki yang tampaknya selalu berbau bisa menjadi gejala yang mudah dikenali seseorang mengalami kondisi ini.

Kaki bau juga bisa menandakan infeksi, terutama jika belum mengganti kaus kaki atau membersihkan sepatu. "Kaki berkeringat dan mengalir ke dalam sepatu sepanjang hari, membuatnya lembab dan menjadi lahan subur bakteri untuk tumbuh," jelas Lorraine Jones, ahli penyakit kaki yang berbasis di London.

6. Bekuan darah

Kaki bengkak mungkin kerap dialami ibu hamil, orang yang melakukan penerbangan sangat lama, atau mereka yang menggunakan obat tertentu.

Namun, pergelangan kaki dan kaki yang bengkak dapat menjadi tanda kuat dari trombosis vena dalam  (DVT), apalagi jika disertai sensasi menyakitkan. Ini berarti gumpalan menghalangi aliran darah dan berpotensi menjadi fatal jika berjalan ke paru-paru.

Jika mengalami kaki bengkak tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mengesampingkan kondisi serius seperti gangguan jantung, hati, atau penyakit ginjal.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check