Kaki Gampang Bengkak? Mungkin Kurang Protein

Kaki Gampang Bengkak? Mungkin Kurang Protein

22 Nov 2020

Dokterdigital.com - Protein penting digunakan untuk membangun tubuh. Sejatinya berapa banyak protein yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh kita? Asupan harian yang direkomendasikan untuk wanita dewasa dan pria masing-masing adalah 46 gram dan 56 gram.

Di kalangan mereka yang hobi mengonsumsi daging, kekurangan asupan protein bukanlah isu. Namun bagi vegetarian, vegan atau orang-orang yang menjalani diet ketat lainnya berpotensi mengalami defisiensi protein ringan atau berat tanpa menyadarinya.

Nah, kapan tubuh memberikan sinyal bahwa kita sejatinya kekurangan defisiensi protein? Berikut tanda-tandanya:

1. Merasa lapar sepanjang waktu

Sering makan namun tak kunjung kenyang, selalu lapar dan lapar lagi? Nafsu makan yang meningkat mungkin merupakan tanda kita tak memiliki asupan protein yang cukup, demikian menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti di University of Sydney, Australia, tahun 2013.

"Kami menemukan bahwa terlepas dari usia atau BMI, hasrat untuk mendapatkan asupan protein begitu kuat sehingga akan terus makan sampai mendapatkan asupan yang ukup. “Ini bisa berarti kita makan lebih banyak dari yang seharusnya," kata penulis utama Dr Alison Gosby.

2. Kehilangan massa otot

Proses mempertahankan kekuatan otot dan mendukung perbaikannya dapat terganggu akibat kurangnya asam amino, blok bangunan protein.

"Jika diet kita tidak cukup mengandung asam amino, tubuh akan mulai memecah otot untuk mendapatkan asam amino yang diperlukan dari serat otot,” kata ahli diet terdaftar, Erin Palinski-Wade. "Ini mengakibatkan hilangnya otot, kehilangan kekuatan dan penurunan metabolisme."

3. Gampang sakit

Tubuh mudah lelah dan gampang sakit. Hal ini dikaitkan dengan kurangnya asupan protein, karena dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya sel T yang memerangi kuman di dalam tubuh, yang diperlukan untuk perlindungan terhadap bakteri atau virus. Pada gilirannya, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan jika sakit maka akan butuh waktu lama untuk sembuh.

4. Rambut rapuh dan rontok

"Rambut terbuat dari protein, sehingga memastikan asupan makanan harian dengan kandungan protein yang memadai penting. Sertakan setidaknya satu porsi protein seukuran telapak tangan saat sarapan dan makan siang," kata Anabel Kingsley, seorang trichologist terkemuka di Philip Kingsley Clinic, London.

Protein di rambut terbuat dari dikenal sebagai keratin. Jika tubuh tidak mendapatkan protein yang cukup, hal itu dapat mengganggu produksi protein non-esensial, yang dapat menyebabkan penipisan rambut sementara dan memicu kerontokan rambut.

5. Betis dan kaki bengkak

Edema adalah istilah medis yang mengacu pada kelebihan cairan yang terakumulasi dalam jaringan tubuh, yang mengarah ke penampilan yang tampak bengkak. Menurut Harvard Health, protein diperlukan untuk menahan garam dan air di dalam pembuluh darah sehingga cairan tidak ‘bocor’ ke dalam jaringan.

Tetapi jika kadar protein darah (dikenal sebagai albumin) terlalu rendah, imbasnya cairan akan dipertahankan. Pembengkakan mungkin akan terlihat di betis, pergelangan kaki dan kaki bagian bawah.

Nah pastikan untuk mencukupi kebutuhan protein harian, yang bersumber dari protein nabati atau hewani.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check