4 Tanda Konsumsi Garam Berlebih, Cek Sekarang

4 Tanda Konsumsi Garam Berlebih, Cek Sekarang

06 Nov 2020

Dokterdigital.com - Kementerian Kesehatan intensif menggaungkan pentingnya pembatasan asupan gula garam lemak dalam menjalani gaya hidup sehat. Tanpa sadar, kita kerap mengonsumsi dalam jumlah berlebih dari yang disyaratkan.

Garam memang bisa mengawetkan makanan, juga menguatkan rasa. Alasan inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang  cenderung makan banyak garam dari yang seharusnya. Makanan olahan merupakan sumber garam yang tak banyak disadari. Garam berlebih identik dengan sejumlah kondisi yang mengancam kesehatan, antara lain tekanan darah tinggi (hipertensi).

Bagaimana cara menandai selama ini kita telah mengonsumsi garam dalam jumlah berlebih? Berikut tanda yang bisa dikenali dan sebagai sinyal kita harus mulai mengurangi asupan bahan berasa asin ini:

1. Makanan terasa hambar

Sejumlah orang mungkin dilahirkan dengan toleransi garam yang tinggi, namun kebiasaan kemungkinan memainkan peran lebih besar dalam preferensi garam, menurut para ahli. "Kita mengembangkan preferensi rasa untuk garam," kata Gazzaniga Moloo, juru bicara American Dietetic Association.

"Garam memang memiliki beberapa sifat yang dapat membuat makanan terasa lebih enak. Garam juga dapat membantu menetralkan rasa pahit makanan. Inilah alasan mengapa menaburkan sejumlah garam pada sayuran bisa membuat rasanya lebih enak,” ujarnya.

Kerap makan makanan berasa asin kemungkinan dapat mempengaruhi selera kita. Jika terbiasa dengan rasa dan rasa makanan dengan kandungan garam tinggi, maka makanan dengan kandungan garam normal mungkin di lidah terasa hambar.

2. Terasa kembung dan bengkak

Tanpa disadari, garam bisa mempengaruhi berat badan. Hal ini benar adanya, karena garam memiliki sifat menahan cairan di jaringan tubuh, yang imbasnya menambah berat badan.

"Garam ini mengikat air, itulah mengapa bahan ini mampu menahan cairan dalam jaringan tubuh,” kata ahli diet Bonnie Taub-Dix, pendiri Better Than Dieting. Efek retensi cairan ini dapat menyebabkan kembung atau dapat menjelaskan mengapa mata atau jari menjadi bengkak. Tanda-tanda seperti itu juga lebih mungkin terjadi pada usia paruh baya, atau ibu hamil.

"Ada orang saat makan semangkuk sup dia harus melepas cincinnya, sebab jika tidak, maka cincin itu tak bisa dilepaskan,” ujar Taub-Dix.

3. Sakit kepala yang tidak dapat dijelaskan

Jika kerap mengalami sakit kepala sekarang dan kemudian tanpa pemicu yang jelas, coba amati apakah itu terjadi setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang relatif tinggi.

"Terlalu banyak garam dapat menyebabkan pembuluh darah di otak mengembang, yang dapat menyebabkan sakit kepala yang menyakitkan," jelas Mandy Enright, ahli gizi dan pelatih kebugaran di New Jersey.

4. Sering buang air kecil

"Sering buang air di malam hari merupakan masalah bagi banyak orang, terutama saat usia makin beranjak menua,” kata Dr Matsuo Tomohiro dari Universitas Nagasaki di Jepang.

Dalam studi 2017, Dr. Tomohiro menemukan bahwa terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan buang air kecil yang berlebihan. Untuk orang dewasa yang lebih tua khususnya, ini dapat menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, dan mudah tersinggung.

Dengan memotong asupan garam mereka hingga 25 persen, peserta penelitian menemukan bahwa frekuensi ke toilet di tengah malam menurun. "Dengan melakukan modifikasi diet sederhana dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak orang," tandas Dr. Tomohiro.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check