CT Scan Tingkatkan Risiko Kanker, Mitos atau Fakta?

CT Scan Tingkatkan Risiko Kanker, Mitos atau Fakta?

19 Jul 2018

Dokterdigital.com - Sejumlah orang mencemaskan bahwa pemindaian tubuh yang melibatkan radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Pemeriksaan pencitraan medis, seperti computed tomography (CT) scan, menyediakan gambar struktur di dalam tubuh kita. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi dan memantau berbagai kondisi medis, biaya lebih murah dan kurang invasif dibandingkan dengan operasi.

Namun, muncul kecemasan tentang adanya efek samping, yaitu kemungkinan peningkatan risiko kanker. Dalam sebuah penelitian baru, para peneliti dari Belanda mengevaluasi risiko leukemia dan tumor otak setelah paparan radiasi dari CT Scan di masa kanak-kanak. Riset ini telah dipublikasikan di Journal of National Cancer Institute.

Riset meneliti data dari 168.394 anak-anak Belanda yang menerima satu atau lebih CT scan antara 1979 dan 2012. Sementara peneliti tidak menemukan asosiasi untuk leukemia, namun risiko tumor otak dikaitkan dengan kuantitas dosis radiasi ke otak. Dikatakan bahwa risiko ini meningkat menjadi antara dua dan empat, untuk dosis radiasi tertinggi.

Menarik kesimpulan dari studi semacam itu tetap menjadi tantangan, demikian menurut peneliti utama Michael Hauptmann, dari Institut Kanker Belanda. CT scan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi yang terkait dengan peningkatan risiko tumor. Jadi, keterbatasan utamanya adalah bagaimana kelompok pasien yang menerima pemindaian mungkin sudah memiliki insiden tumor otak yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi lainnya.

"Namun demikian, evaluasi kami yang hati-hati terhadap data dan bukti dari penelitian lain menunjukkan bahwa paparan radiasi terkait CT meningkatkan risiko tumor otak," kata Hauptmann. "Tindakan secara hati-hati dari dokter anak terkait dengan CT scan dan optimalisasi dosis - seperti yang dilakukan di banyak rumah sakit - sangat penting untuk meminimalkan risiko."

Laporan FDA, lembaga pengawas obat dan makanan AS menyebut, anak-anak lebih sensitif terhadap radiosensitif dibandingkan orang dewasa. Terkait dengan itu, para tenaga kesehatan disarankan untuk menggunakan teknik pencitraan medis disesuaikan, termasuk mengelola dosis radiasi serendah mungkin.

Tetapi meskipun kemungkinan peningkatan risiko kanker, jumlah kasus tambahan yang disebabkan oleh paparan radiasi ini sangat kecil. Para peneliti di balik penelitian serupa berpendapat bahwa manfaat dari CT scan masih lebih besar daripada risiko yang mungkin ditimbulkan.

“Tetapi teknologi ini hanya boleh digunakan ketika benar-benar diperlukan dan secara klinis dapat dibenarkan,” kata peneliti.

Jika CT scan ditawarkan, pasien dan orangtua disarankan untuk berbicara dengan dokter dan memahami alasannya. Jika diperlukan, lakukan pendekatan alternatif yang relatif aman.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check