Bayam vs Kale, Mana Lebih Baik?

Bayam vs Kale, Mana Lebih Baik?

19 Jul 2018

Dokterdigital.com - Kale dan bayam selama ini dipercaya sayuran hijau yang mengandung beragam manfaat. Ketika bicara tentang nilai gizi, kale dan bayam memiliki kekuatan yang berbeda. Bayam memiliki hampir setengah jumlah kalori per porsi dari kale.

Persentase serat yang lebih tinggi dalam bayam membuatnya memiliki keunggulan khususnya bagi mereka yang bermasalah dengan pola makan. Penelitian juga menunjukkan bahwa risiko kanker kolorektal dapat diturunkan dengan mengonsumsi serat dalam jumlah yang tinggi.

Bayam juga mengandung asam folat lebih banyak dibandingkan kale. Asam folat merupakan nutrisi yang sangat penting untuk wanita hamil atau wanita yang tengah merencanakan kehamilan. Asam folat banyak dikaitkan dengan beragam manfaat, antara lain telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dengan usia kehamilan kecil, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi yang lebih kecil dari berat normal ditinjau dari jumlah minggu kehamilan.

Bayam juga unggul dalam kandungan nutrisi besi dan magnesium dibanding kale. Sebaliknya, kale  mengandung protein dan kalsium sedikit lebih tinggi.

Yang membuat kale menonjol adalah sayuran hijau ini memiliki jumlah vitamin C empat kali lebih banyak ketimbang bayam, juga vitamin A lebih banyak, nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan mata dan kulit. Satu porsi kale mengandung 907 persen dari jumlah harian vitamin K yang direkomendasikan, nutrisi yang penting untuk perlindungan tulang dan pembekuan darah.

Kale lebih mengenyangkan ketimbang bayam, karena sayur kesukaan Popeye ini menyusut saat dimasak. 3 cangkir bayam mentah setara dengan 1,5 cangkir kale jika dihitung dalam porsi.

Apa yang harus diwaspadai saat mengonsumsi sayuran hijau ini? Vitamin K memainkan peran penting untuk menggumpalkan darah. Tanpa itu, kita akan mengeluarkan banyak darah dari luka, bahkan untuk luka ringan sekalipun. Namun, menurut National Institutes of Health, bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan yang mengharuskannya untuk mengonsumsi obat pengencer darah, tambahan vitamin K bisa sangat berbahaya. Sebaiknya minimalkan, atau hindarilah.

Warfarin, obat utama yang diresepkan untuk mereka yang memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, bekerja khusus mengurangi jumlah vitamin K dalam tubuh, sehingga memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk membentuk gumpalan. Makan dalam jumlah besar makanan terutama tinggi vitamin K dapat membalikkan pengaruh ini dan menempatkan pasien dalam situasi berbahaya karena mengalami bekuan darah yang mengancam jiwa.

Perlu dicatat, kale merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung vitamin K dalam jumlah tinggi setiap porsinya. Namun, bayam juga mengandung vitamin untuk pembekuan darah ini dalam jumlah tinggi.

Bagi orang dengan kondisi hipotiroidisme, juga dikenal sebagai tiroid yang kurang aktif, mungkin perlu mengurangi konsumsi kale. Alasannya kale mengandung senyawa - yang dikenal sebagai goitrin - yang dapat mengganggu sintesis hormon tiroid.

Jadi mana yang lebih baik, kale atau bayam? Sulit memutuskan, karena setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Kale adalah sayuran kaya gizi, cocok dikonsumsi bagi mereka yang ingin menjalani pola makan sehat dengan dana lebih hemat. Sedangkan asam folat dalam bayam membuatnya menjadi pilihan bagi wanita hamil atau yang tengah merencakan kehamilan.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check