Kafein Aman Diminum Penderita Irama Jantung Tak Teratur

Kafein Aman Diminum Penderita Irama Jantung Tak Teratur

13 Jul 2018

Dokterdigital.com - Punya masalah dengan irama jantung yang tidak teratur dan ada saran untuk menghindari kafein, misalnya kopi atau teh? Efek minuman seperti kopi dan teh memang masih dipelajari secara luas, namun masih belum dipahami dengan jelas.

Penelitian terbaru menyatakan bahwa kafein tidak berbahaya bagi jantung. Masalahnya, pasien yang didiagnosis dengan fibrilasi atrium atau aritmia (detak jantung yang tidak teratur) sering disarankan untuk menghindari kafein.

Mengacu pada hal ini, para peneliti mengatakan bahwa stimulan sebenarnya dapat dikaitkan dengan peningkatan fungsi jantung. Bagaimana orang mengonsumsi kafein memainkan peran penting, demikian menurut riset yang dipublikasikan di Clinical Electrophysiology, sebuah jurnal dari American College of Cardiology, April 2018.

"Ada persepsi publik, seringkali berdasarkan pengalaman anekdotal, bahwa kafein adalah pemicu akut umum untuk masalah irama jantung," kata penulis utama Dr. Peter Kistler, direktur elektrofisiologi di Alfred Hospital dan Baker Heart and Diabetes Institute di Australia. "Peninjauan kami yang luas terhadap literatur medis menunjukkan bahwa ini bukan masalahnya."

Untuk memahami bagaimana asupan kafein mempengaruhi aritmia, Dr. Kistler dan rekannyameneliti sejumlah besar studi berbasis populasi. Sebuah meta-analisis dari 228.465 peserta mengungkapkan bahwa frekuensi fibrilasi atrium menurun sebesar 6% pada peminum kopi biasa. Analisis lebih lanjut dari 115.993 pasien menunjukkan pengurangan risiko 13%.

Studi lain mengamati 103 pasien pasca-serangan jantung yang menerima rata-rata 353 mg kafein setiap hari. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan denyut jantung dan tidak ada aritmia yang signifikan.

Karena fibrilasi atrium dapat disebabkan oleh zat kimia yang disebut adenosine, diyakini bahwa kafein berperan dalam menekan efek-efek ini. Baik studi populasi besar maupun uji coba terkontrol secara acak menyarankan asupan kafein hingga 300 mg per hari (atau 3 cangkir kopi sehari) mungkin aman untuk pasien aritmia.

"Minuman berkafein seperti kopi dan teh mungkin memiliki sifat anti-aritmia jangka panjang yang dimediasi oleh efek antioksidan dan antagonisme adenosin," kata Dr. Kistler. "Dalam banyak studi berbasis populasi, pasien yang secara teratur mengonsumsi kopi dan teh pada tingkat sedang memiliki risiko seumur hidup yang lebih rendah untuk mengembangkan masalah irama jantung dan kemungkinan meningkatkan kelangsungan hidup."

Namun, para peneliti merekomendasikan bahwa pasien dengan masalah jantung yang sudah ada harus menghindari minuman energi karena dapat menyebabkan irama jantung abnormal dan pembekuan darah. Temuan menunjukkan bahwa sekitar 75% pasien dengan gangguan jantung yang mengonsumsi dua atau lebih minuman energi mengalami palpitasi dalam 24 jam.

Masalahnya mungkin terletak pada semua bahan tambahan (gula, ginseng, taurin, dan sebagainya) dalam minuman energi, demikian menurut studi 2017. Hasil penelitian menemukan bahwa orang-orang mengalami lebih banyak tentang perubahan dalam aktivitas jantung setelah mengonsumsi minuman energi, dibandingkan ketika mereka minum minuman lain dengan tingkat kafein yang sama.

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check