3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penyandang Diabetes

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penyandang Diabetes

13 Jul 2018

Dokterdigital.com - Diabetes mellitus memiliki predikat yang lumayan menyeramkan, yaitu ‘ibu dari segala macam penyakit’ sebab jika penyakit ini tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi yang bisa berujung pada kecacatan permanen, bahkan kematian.

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan bentuk paling umum dari penyakit ini, yang dipicu oleh gaya hidup kurang sehat. Padahal DM tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang seharusnya bisa dicegah, antara lain dengan menjalani gaya hidup aktif dan mengatur pola makan agar tidak kegemukan, sebagai salah satu faktor pemicu diabetes.

Kadar gula darah yang terkontrol merupakan tujuan utama dalam pengelolaan diabetes, karena ini merupakan penyakit seumur hidup yang hingga kini belum bisa disembuhkan dengan obat. Latihan dikombinasikan dengan jenis diet yang tepat adalah kunci untuk menjaga kadar gula darah terjaga.

Berikut ini 3 makanan untuk dihindari atau dibatasi dalam pola makan harian, berikut 3 makanan alternatiff yang bisa dipertimbangkan sebagai gantinya, berikut alasannya. Silakan simak uraiannya:

1. Pilih nasi merah/hitam, hindari nasi putih

Makanan yang memiliki indeks glikemik (GI) tinggi sebaiknya dihindari oleh penyandang diabetes karena makanan dengan GI tinggi cenderung menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin.

"Pada dasarnya makanan apapun yang diproses, digoreng, dan dibuat dengan tepung putih harus dihindari," kata ahli diet yang berbasis di California, Sandy Andrews.

Nasi putih dianggap sebagai salah satu sumber karbo yang berpotensi menaikkan kadar gula darah, sama halnya dengan pasta, donat, dan sereal sarapan tertentu. Satu riset meneliti wanita di Shanghai (di mana nasi putih menjadi makanan pokok) dan mengungkap mereka yang mengonsumsi makanan dengan  indeks glikemik tertinggi memiliki risiko 21 persen lebih besar untuk terkena diabetes tipe 2.

Alternatif yang lebih sehat adalah pilih biji-bijian seperti beras merah yang cenderung memecah glukosa jauh lebih lambat. Memilih makan beras merah diperkirakan akan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 16 persen.

2. Pilih buah potong, hindari jus buah

Buah potong bukan hanya sumber serat dan vitamin, tetapi makan buah dalam bentuk asli juga bisa menjadi cara yang sehat untuk memuaskan keinginan makan makanan manis tanpa perlu melibatkan gula tambahan. Apel, buah jeruk, buah beri, alpukat adalah salah satu dari banyak opsi yang perlu dipertimbangkan.

Sebaiknya penyandang diabetes menghindari jus buah. Alasanya, karena proses mengubah buah menjadi jus dapat menghilangkan kandungan serat. Sebagai contoh, buah jeruk berukuran sedang mengandung 3 hingga 4 gram serat sementara 8 ons jus hanya akan mengandung 1 gram serat.

Serat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah tiba-tiba dengan memperlambat proses pencernaan. Selain itu, jus buah yang dibeli di toko dapat membawa risiko lain dalam bentuk gula tambahan yang memang sengaja ditambahkan ke dalam jus untuk meningkatkan rasa.

3. Pilih kacang-kacangan, hindari daging merah dan daging olahan

Memang daging merah mengandung beberapa nutrisi penting, namun protein hewani ini juga mengandung banyak lemak jenuh. Ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung dengan meningkatkan kadar kolesterol jahat/LDL. Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa konsumsi daging merah dan olahan juga dikaitkan dengan diabetes.

"Jumlahnya tidak besar, tetapi risikonya cukup tinggi," kata Dr. Frank B. Hu, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts. "Konsumsi daging merah secara teratur, terutama yang diproses, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2."

Cobalah pilihan yang lebih sehat, misalnya protein nabati, seperti kacang-kacangan yang dapat memberikan nilai gizi yang sama dengan daging. American Diabetes Association merekomendasikan kacang-kacangan dengan alasan bahwa setengah cangkir kacang dapat menyediakan protein sebanyak satu ons daging tanpa lemak jenuh.

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check