4 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Ciuman

4 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Ciuman

05 Feb 2020

Dokterdigital.com - Kita cenderung menghubungkan infeksi dan penyakit menular seksual dengan seks vaginal, anal, dan oral. Sejatinya, ciuman juga dapat menularkan sejumlah penyakit meski kemungkinannya relatif lebih rendah.

Berikut adalah empat jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak mulut ke mulut dengan orang yang terinfeksi. Sebaiknya hati-hati meski itu sekadar berciuman:

1. Herpes

Oral herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Menurut para ahli, ini adalah infeksi yang paling umum menyebar melalui ciuman. Wanita dikatakan lebih rentan dibandingkan pria terhadap virus herpes.

Risiko penularannya juga lebih tinggi jika ada luka di mulut atau di bibir. Para ahli medis menyarankan untuk lebih dulu melihat area mulut sebelum mencium seseorang karena lepuh dan luka yang terkait herpes cukup terlihat.

2. Gingivitis

Gingivitis, peradangan pada gusi, adalah bentuk ringan penyakit gusi. Bakteri yang bertanggung jawab untuk peradangan berpotensi ditularkan melalui kontak dengan air liur yang terinfeksi.

"Mencium seseorang yang memiliki penyakit gusi atau bakteri penyebab gigi berlubang dapat menyebabkan orang lain yang sebelumnya memiliki konsentrasi rendah bakteri 'jahat' bisa mengalami masalah gigi,” kata dokter gigi asal California, Mark Burhenne.

Dia menambahkan, menjaga kebersihan mulut yang baik (menyikat dua kali sehari, flossing, dll) adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari jenis bakteri ini.

3. Mononukleosis

Mononukleosis mudah menular, kadang-kadang dikenal sebagai "penyakit berciuman", disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Selain berciuman, virus ini bisa ditularkan melalui batuk, bersin, berbagi sikat gigi atau kacamata, dan sebagainya.

Setelah terinfeksi, seseorang dapat mengalami gejala seperti kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan, demam, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Namun demikian, mononucleosis dianggap kurang menular daripada pilek dan kemungkinan besar mempengaruhi anak muda antara 15 hingga 30 tahun.

Menurut Mayo Clinic, EBV dapat tetap berada di ludah seseorang selama berbulan-bulan setelah infeksi. Dianjurkan untuk menghindari mencium orang dan berbagi makanan atau minuman sampai beberapa hari setelah demam mereda.

4. Sifilis

Sementara kemungkinannya sangat rendah dibandingkan dengan transmisi melalui aktivitas seksual, ada kemungkinan kecil untuk tertular infeksi sifilis dengan mencium seseorang. "Sifilis adalah kondisi yang sangat menular, dan salah satu penanda utama adalah perkembangan luka di mulut," kata OB-GYN Antonio Pizarro yang berbasis di Louisiana.

Luka biasanya bulat dan terbuka yang dapat membantu bakteri Treponema pallidum menyebar melalui kontak dekat. "Setiap kali ada sakit terbuka dan atau darah, secara teoritis, infeksi dapat ditularkan secara lisan," tambah Pizarro.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus sifilis telah meningkat di Amerika Serikat, meningkat hampir 18 persen dari 2014 hingga 2015.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check