Sebutir Telur Sehari Bisa Sehatkan Jantung, Mitos atau Fakta?

Sebutir Telur Sehari Bisa Sehatkan Jantung, Mitos atau Fakta?

12 Jun 2018

Dokterdigital.com - Makan apel satu sehari diklaim bisa menjaga kesehatan. Lantas bagaimana dengan makan telur sebutir sehari? Penelitian mengungkap, makan sebutir telur sehari ternyata bisa menjaga kesehatan jantung.

Sebuah studi terkini meneliti konsumsi telur dan risiko yang terkait dengan jantung pada hampir setengah juta orang dewasa. Makalah berjudul "Asosiasi konsumsi telur dengan penyakit kardiovaskular dalam penelitian kohort 0,5 juta orang dewasa Cina" telah diterbitkan dalam jurnal BMJ Heart pada 21 Mei 2018.

Terkait riset ini, peneliti memeriksa data 461.213 orang dewasa di Cina dengan rata-rata usia 51 tahun. Para peserta mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka mengonsumsi telur dan diikuti selama sembilan tahun untuk mencatat peristiwa kesehatan yang berhubungan dengan jantung.

Menurut temuan ini, orang yang makan telur setiap hari memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dan 18 persen memiliki risiko lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit jantung selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang tidak makan telur.

Mereka yang mengonsumsi telur setiap hari juga memiliki risiko kematian stroke hemoragik 28 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi.

Riset dan saran kesehatan umum mengenai telur sering bertentangan. Meskipun sumber protein hewani ini kerap dianggap sebagai sumber gizi yang baik berkat kandungan vitamin, mineral, dan proteinnya yang tinggi, banyak yang mencatat bahwa telur juga mengandung kolesterol tinggi.

Tidak seperti kolesterol HDL (kolesterol baik), produksi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dapat memblokir pembuluh darah dan berkontribusi pada penyakit jantung. Ahli jantung Dr. Karol Watson seperti dikutip Medical Daily, mengingatkan bahaya yang terkait dengan kolesterol tinggi, menjelaskan bagaimana lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. “Namun telur adalah kisah yang berbeda,” ujarnya.

"Telur mengandung kolesterol utama - yang pada kebanyakan orang hanya akan sekali melewati tubuh untuk kemudian dibuang oleh hati – jadi tubuh tidak pernah menggunakannya untuk membuat lebih banyak kolesterol," jelas Watson.

Lemak jenuh, di sisi lain, digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan lebih banyak kolesterol.

Namun demikian konsumsi telur secukupnya tetap disarankan mengingat penelitian hanya menunjukkan konsumsi satu butir telur per hari dipandang sebagai batas aman.

Semua peserta dalam riset mengonsumsi setengah telur, satu telur, atau tidak telur setiap hari. Ini berarti efek makan lebih dari satu telur per hari masih belum jelas dan mungkin berdampak pada kesehatan dengan cara yang negatif.

Dr. J. David Spence, seorang profesor neurologi dan farmakologi klinis di Western University Ontario di Kanada, dengan vokal menentang industri telur untuk mendanai penelitian yang menurut pendapatnya, menyajikan setengah kebenaran dan misinformasi.

"Mantra bahwa telur dapat menjadi bagian dari diet sehat untuk orang sehat itu membingungkan,” ujarnya. "Data menunjukkan, dengan bertambahnya usia, plak menumpuk secara bertahap di arteri, dan kuning telur membuatnya menumpuk lebih cepat."

Dalam studinya Spence memperingatkan bahwa makan kuning telur secara teratur dapat berbahaya bagi penderita diabetes dan orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Dia menyarankan bahwa makan putih telur saja dalam jumlah sedang bisa menjadi cara yang lebih aman untuk menerima protein dari telur, dan menyisihkan bagian kuningnya.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check