Teknologi UKA Mungkinkan Atasi Pengapuran Sendi Tanpa Ganti Lutut Total

Teknologi UKA Mungkinkan Atasi Pengapuran Sendi Tanpa Ganti Lutut Total

30 May 2018

Dokterdigital.com - Masalah pengapuran sendi atau osteoarthritis banyak dialami seseorang usia memasuki usia diatas 40 tahun, terutama mereka yang menderita obesitas. Hal itu disebabkan sendi lutut menanggung lebih dari separuh berat badan. Dampaknya, sendi tulang rawan dalam lutut lama kelamaan jadi menipis. Lalu timbul radang yang membuat rasa nyeri berkepanjangan.

Susah naik tangga, atau bahkan kesulitan bangun dari duduk, menjadi derita mereka yang mengalami pengapuran sendi lutut.

Sayangnya hingga kini belum ada obat khusus untuk mengatasi pengapuran sendi. Obat oral yang diberikan dokter umumnya untuk mengatasi rasa nyeri, tak mengatasi persoalan utamanya. Termasuk suntikan hyaluronic acid di lutut.

Menurut Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma (HKGT), Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, dr Franky Hartono SpOT, sejauh ini belum ada teknologi yang dapat menumbuhkan kembali tulang rawan sendi. "Solusi untuk mengatasi osteoarthritis yang sudah parah lewat operasi penggantian tulang lutut total,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Namun teknologi tersebut ternyata belum optimal. Meski menjalani penggantian lutut total, namun 1 dari 5 pasien tetap mengeluh rasa sakit dan tidak nyaman saat beraktivitas. Berangkat dari sini, teknologi kedokteran terus disempurnakan, hingga ditemukan teknik operasi Unicompartment Knee Arthroplasty (UKA) ini telah berhasil diterapkan di Indonesia. “Dalam dua minggu saja, pasien mengaku sudah bisa bangun dan duduk tanpa nyeri lagi," bebernya.

Teknologi UKA hanya membuang sebagian tulang rawan yang rusak lalu melapisi dengan implan berbahan titanium dan bantalan berbahan plastik polietilen yang ringan. Karena hanya membuang sedikit sendi yang rusak, maka operasi hanya meninggalkan bekas sayatan kecil saja.

Dengan operasi UKA pasien dapat sembuh lebih cepat. Dalam 1-2 hari pasien sudah bisa berjalan dengan bantuan tongkat. Setelah itu pasien wajib ikut fisioterapi untuk melatih fungsi gerak lutut. "Namun proses penyembuhan beda pada setiap orang, karena ada memiliki motivasi kuat dan ada yang malas,” ujar Franky.

Karena dengan tindakan UKA tidak memotong sendi yang masih sehat, pergerakan lutut pasien akan terasa lebih alami. "Pasien UKA memiliki kemampuan menekuk lutut lebih luas bahkan untuk bersila, jongkok, dan melakukan olahraga low-impact. Studi terhadap UKA juga menunjukkan hasil ketahanan implan mencapai 96 persen pada 1000 pasien dalam 10 tahun dan 92 persen dalam 20 tahun,” tandasnya.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check