Hubungan Teror dan Kesehatan Ternyata Erat

Hubungan Teror dan Kesehatan Ternyata Erat

16 May 2018

Dokterdigital.com - Tujuan teror adalah membuat ketakutan,  karena itu harus kita lawan dengan tetap harus beraktivitas dan beribadah. Jangan panik dan paranoid. "Tidak perlu takut dan cemas yang berlebih-lebihan. Semakin kita takut, teroris semakin senang dan akan mengulangi dan menebarkan terornya secara terus menerus, karena tujuannya tercapai membuat orang takut untuk beraktifitas dan beribadah," kata Ari Fahrial Syam, praktisi kesehatan menyikapi soal teror bom di sejumlah gereja dan fasilitas umum.

Apa hubungan teror dan kesehatan? Ternyata ada. Menyebarkan kejadian atau gambar teror di media sosial memiliki dampak. "Pasien-pasien dengan penyakit akibat asam lambung akan kambuh sakitnya karena merasa bertambah cemas atas kejadian ini walau hanya mendapat informasi melalui media sosial," ujar Ari.

Pasien asma akan kambuh asmanya karena stres. Pasien hipertensi tekanan darahnya bisa naik karena merasa marah. "Pasien dengan diabetes gula darahnya menjadi tidak terkontrol karena rasa cemas dan takut karena teror tersebut."

Sedangkan pasien yang memang sudah mempunyai sakit jantung akan mengalami serangan jantung akibat rasa takut dan marah yang berlebihan. "Pasien dengan dengan irritable bowel syndrome (IBS), yaitu penyakit kronis berupa sakit perut dengan disertai gangguan buang air besar baik mencret maupun susah BAB berhubungan dengan stress atau kecemasan," imbuh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ari menambahkan, orang yang cemas bisa juga mengalami sakit kepala, nafsu makan menurun, tidurnya menjadi susah dan malas untuk beraktivitas. "Berbagai gangguan sistem organ bisa terjadi akibat adanya faktor stres tersebut," pungkasnya.

Jadi, stop sebarkan gambar teror di media sosial.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check