Kenali Penyebab Haid Telat Datang

Kenali Penyebab Haid Telat Datang

19 Nov 2020

Dokterdigital.com - Banyak perempuan yang mengalami periode haid tidak selalu tepat waktu, atau bahkan absen datang setiap bulan. Siklus menstruasi lazimnya berlangsung antara 21 dan 35 hari, dan normal  bila terjadi fluktuasi, bisa maju atau mundur dalam beberapa hari.

Tetapi ada kalanya ada perempuan yang tidak mendapat haid sama sekali dalam satu atau dua bulan. Jika dalam tiga bulan haid tak kunjung tiba, kemungkinan besar ini adalah tanda amenore.

Jadi, mengapa ada sejumlah perempuan yang tidak datang bulan meskipun tidak dalam kondisi hamil? Menyusui eksklusif, pemakaian alat kontrasepsi, atau memiliki kondisi medis tertentu yang memicu ketidakseimbangan hormon bisa menjadi penyebab haid tidak datang.

Namun, ada hal lain yang dapat menyebabkan periode haid terlewatkan, misalnya kekurangan energi. Energi penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik, termasuk siklus menstruasi.

Biasanya, siklus menstruasi diaktifkan oleh hipotalamus, kelenjar di otak yang melepaskan hormon yang disebut gonadotropin releasing hormone (GRH). Hormon ini menyebabkan kelenjar pituitari melepaskan dua hormon, estrogen dan progesteron, yang mengatur indung telur dan mempengaruhi menstruasi secara langsung. Estrogen membantu membangun dinding rahim yang akan menyuburkan telur yang siap dibuahi. Jika sel telur tidak dibuahi, makan akan pecah, dan lapisan dan telur yang luruh itu ‘ditumpahkan’ berupa darah selama menstruasi.

Proses ini dapat terganggu jika tidak tersedia cukup energi, seperti berolahraga terlalu banyak atau terlalu keras. Inilah sebabnya mengapa amenore paling umum terjadi di antara penari balet, pesenam, dan pelari jarak jauh.

Penelitian Penn State 2002 (menggunakan monyet) menemukan bahwa mereka yang berolahraga mengalami perubahan dalam siklus menstruasinya. Monyet-monyet ini didorong makan banyak untuk energi dan nutrisi.

Kekurangan kalori dapat menghentikan haid juga. Bahkan, amenore adalah salah satu kriteria diagnostik untuk anoreksia (gangguan pola makan).

Terlalu banyak olahraga dan terlalu sedikit kalori mempengaruhi siklus menstruasi karena memiliki efek yang sama pada tubuh: Kekurangan energi. Ini menempatkan tubuh dalam mode preservasi, karena fokus pada menghemat ‘bahan bakar’ untuk fungsi yang paling penting, dan reproduksi tidak diprioritaskan.

Jumlah energi yang digunakan saat istirahat turun, dan tubuh menghasilkan hormon pada tingkat yang berbeda. Ini menyebabkan tubuh kurang menghasilkan GRH, yang berarti kelenjar pituitari tidak melepaskan hormon yang mengatur estrogen dan progesteron. Ini berarti tidak ada haid.

Jika haid tidak datang dalam frekuensi kerap, hal ini bisa menimbulkan dampak negatif di masa mendatang, misalnya keropos tulang (osteoporosis).

Orang-orang dengan kondisi amenore cenderung memiliki tingkat estrogen yang rendah (estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang) yang berarti bahwa bahkan orang yang sangat muda dapat berisiko terkena osteoporosis jika mereka memiliki amenore.

Menyesuaikan faktor gaya hidup, seperti mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, olahraga dalam tingkat sedang, dan menjalani kehidupan yang sehat dan seimbang, dapat membantu menjaga agar tamu bulanan datang secara teratur.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check