Waspadai 'Wabah Sulit Tidur' Dampaknya Serius

Waspadai 'Wabah Sulit Tidur' Dampaknya Serius

14 Mar 2018

Dokterdigital.com - Sulit tidur atau insomnia tak bisa dianggap enteng karena dapat mengganggu produktivitas. Bahkan, jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Penelitian dalam Journal Sleep melaporkan 'wabah sulit tidur' yang mendunia mempengaruhi sekitar 150 juta orang di dunia. Tingkat masalah tidur di Asia dihubungkan dengan peningkatan gangguan seperti depresi dan kegelisahan. Penelitian menyebut, prevalensi insomnia di Indonesia dilaporkan sebanyak 10 persen dari jumlah populasi atau sekitar 28 juta orang.

Gangguan tidur, khususnya insomnia, sudah menjadi hal yang umum terjadi pada masyarakat modern. Gangguan tidur umumnya dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, stres serta berkembangnya produk elektronik, yang berujung pada kurang tidur.

Kurang tidur atau buruknya kualitas tidur diketahui memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dalam jangka panjang dan pendek. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa perbandingan kualitas tidur dibandingkan kuantitas tidur memiliki pengaruh yang lebih besar pada kualitas hidup dan fungsi tubuh pada siang hari.

Gangguan tidur tidak hanya diderita oleh orang tua tapi juga mempengaruhi orang-orang pada usia produktif terkait dengan gaya hidup masa kini, tekanan hidup, kafein dan faktor lainnya. Dalam jangka panjang, orang yang mengalami insomnia mengalami penurunan produktivitas dan kualitas hidup.

Psikolog klinis Aurora Lumbantoruan mengatakan, dampak buruk dari kualitas tidur yang rendah mencakup lama seseorang untuk fokus terhadap sesuatu, Ingatan dan kemampuan belajar. "Hal ini bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang menjadi lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya," kata Aurora dalam temu media membahas mengenai gangguan tidur yang diselengarakan Amlife di Jakarta, baru-baru ini.

Terkait gaya hidup masyarakat modern, sebut Aurora, ada sejumlah gaya hidup yang spesifik dan kebiasaan-kebiasaan tidur yang menyebabkan insomnia, antara lain membawa pekerjaan ke rumah, bekerja di malam hari, tidur siang, tidur di kemudian waktu untuk menebus jam tidur yang hilang dan kerja shift dengan jam kerja yang tidak teratur. "Kita harus menyadari ritme tubuh kita atau yang diketahui sebagai alarm biologis dan menjaganya setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur dan rutinitas," bebernya.

Edward Yong, seorang konsultan kesehatan dalam kesempatan yang sama menambahkan, insomnia membawa dampak serius pada kesehatan fisik antara lain, adalah peningkatan nafsu makan yang menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh dan banyak lagi. Hipertensi dilaporkan menjadi salah satu penyakit dengan pengobatan serius.

Mengingat potensi pada dampak negatif insomnia, Edward menyarankan tiga elemen kualitas tidur yang baik terdiri dari:

1. Durasi. Panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya.

2. Kontinuitas. Waktu tidur tidak terhenti.

3. Kedalaman. Tidur harus cukup dalam/lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga

Tidur nyenyak bukan hal sepele, karena merupakan salah satu dari tiga pilar kesehatan yang utama, beriringan dengan diet yang seimbang dan olahraga teratur.

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check