Tekanan Darah Ibu Sebelum Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi

Tekanan Darah Ibu Sebelum Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi

07 Oct 2019

Dokterdigital.com - Ada temuan menarik terkait tekanan darah seorang ibu dalam kaitannya dengan penentuan jenis kelamin bayi. Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dari China menemukan bahwa tekanan darah seorang ibu sebelum pembuahan dapat mempengaruhi jenis kelamin anak yang akan bersemayam di rahimnya. Jika dapat direplikasi tentu ini menjadi temuan yang menarik.

Ada sejumlah mitos terkait bentuk perut saat ibu hamil. Misalnya jika posisi perut saat hamil tinggi, maka diperkirakan janin yang dikandung perempuan, namun jika sebaliknya, besar kemungkinan janin yang dikandung laki-laki.

Begitu pula jika ibu hamil doyan makan es krim setiap hari, maka janin yang dikandungnya kemungkinan perempuan. Ada lagi mitos lain untuk memprediksi jenis kelamin bayi, yaitu dengan mencampur air seni dengan satu sendok makan Drano - jika campuran berubah menjadi hijau, maka kemungkinan janin adalah perempuan, sedangkan jika berubah biru, bisa jadi laki-laki.

Mitos lain yang sering dipegang adalah bahwa wanita hamil anak perempuan cenderung akan jerawatan dan memiliki kulit kusam.

Namun tidak satu pun pendapat di atas yang didukung oleh penelitian ilmiah. Sampai saat ini, sepertinya tidak ada cara untuk memprediksi jenis kelamin yang akan dikandung ibu, selain dengan USG setelah jenis kelamin terbentuk.

Sejumlah penelitian telah dilakukan mengenai cara untuk memprediksi jenis kelamin keturunan hewan ternak. Pada sapi (dan hewan lainnya), misalnya, hipotesis Trivers-Willard menyatakan bahwa hewan betina dalam kondisi fisik yang sehat cenderung menghasilkan keturunan jantan.

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa, dengan cara yang sama, pola makan pada perempuan sebelum konsepsi mungkin bisa memprediksi seks janin sebelum pembuahan. Wanita yang mengonsumsi makanan terbaik kemungkinan akan mendapatkan bayi laki-laki dan sebaliknya, wanita yang sebelum hamil mengonsumsi makanan dengan sedikit energi cenderung akan melahirkan bayi perempuan.

Meskipun teori ini kontroversial dan tidak diterima secara universal dengan cara apa pun, hal itu membuka kemungkinan untuk memprediksi jenis kelamin anak yang belum dikandung - atau setidaknya menetapkan kondisi yang mungkin meningkatkan kemungkinan melahirkan satu jenis kelamin lain.

Sebuah penelitian besar, yang diterbitkan di American Journal of Hypertension, dilakukan untuk menyelidiki pertanyaan kuno ini pola pandang baru. Mungkinkah sebuah pola dapat ditemukan?

Jenis Kelamin dan Tekanan Darah

Dr. Ravi Retnakaran - ahli endokrinologi di Rumah Sakit Mount Sinai di Toronto, Kanada, dan seorang penyidik ​​di Lunendfeld-Tanenbaum Research Institute - mulai merekrut responden di tahun 2009. Total, sebanyak 1.411 peserta wanita dari Liuyang di China ikut serta dalam percobaan.

Para wanita diukur kadar kolesterol, tekanan darah, glukosa, dan trigliserida. Tindakan ini diambil rata-rata 26,3 minggu sebelum hamil. Secara total, kehamilan menghasilkan 739 anak laki-laki dan 672 anak perempuan.

Analisis menunjukkan bahwa wanita yang memiliki rata-rata tekanan darah sistolik sebelum kehamilan lebih tinggi pada wanita cenderung melahirkan anak laki-laki.

Begitu peneliti menyesuaikan dengan usia, merokok, tingkat pendidikan, lingkar pinggang, indeks massa tubuh (BMI), trigliserida, kolesterol low-density lipoprotein (LDL), kolesterol high-density lipoprotein (HDL), dan glukosa, efeknya masih signifikan. Wanita yang melahirkan anak laki-laki memiliki tekanan darah sistolik rata-rata 106,0 milimeter merkuri, dibandingkan dengan 103,3 milimeter merkuri untuk anak perempuan.

Menurut Dr. Retnakaran, temuan tersebut menunjukkan bahwa tekanan darah seorang wanita sebelum kehamilan adalah faktor yang sebelumnya tidak diketahui yang terkait dengan kemungkinan melahirkan anak laki-laki atau perempuan. “Wawasan baru ini mungkin memiliki implikasi untuk perencanaan reproduksi dan pemahaman kita tentang Mekanisme dasar yang mendasari rasio jenis kelamin pada manusia,” ujarnya.

Hasilnya menarik, namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini memang dapat diandalkan.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check