Hobi Seruput Teh Panas Genjot Risiko Kanker Kerongkongan

Hobi Seruput Teh Panas Genjot Risiko Kanker Kerongkongan

19 Feb 2018

Dokterdigital.com - Penggemar teh yang doyan menenggak minuman ini dalam kondisi panas kemungkinan berisiko terkena kanker kerongkongan jika mereka juga minum alkohol setiap hari atau jika merokok, demikian menurut penelitian terkini.

Sebuah studi yang diikuti lebih dari 450.000 orang di China selama 9 tahun memberikan bukti adanya hubungan antara minum teh panas setiap hari, minum miras dan merokok secara teratur, dan meningkatnya risiko kanker kerongkongan.

Penelitian yang dipimpin oleh Canqing Yu, PhD, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Peking di Beijing, China, telah dipublikasikan secara online pada 5 Februari di Annals of Internal Medicine.

Riset menunjukkan, risiko kanker kerongkongan ternyata 5 kali lebih tinggi pada orang yang minum teh panas dan juga meminum lebih dari 15 gram alkohol - minuman beralkohol standar - setiap hari, dibandingkan dengan mereka yang minum teh kurang dari sekali dalam seminggu dan kurang dari 15 gram alkohol setiap hari

Risiko kanker kerongkongan ini berlipat ganda pada mereka yang minum teh panas setiap hari dan merokok, dibandingkan dengan perokok yang hanya minum teh sesekali.

"Temuan kami menunjukkan peningkatan yang nyata dalam risiko kanker kerongkongan yang terkait dengan kombinasi antara minum teh suhu tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan merokok," tulis Yu dan rekannya. "Berpantang minum teh panas mungkin bermanfaat untuk mencegah kanker kerongkongan pada orang yang minum alkohol berlebihan atau merokok."

Tingkat kanker kerongkongan meningkat secara global, terutama pada pria di negara-negara kurang berkembang, kata studi tersebut. Di China, di mana tingkat kanker kerongkongan adalah yang tertinggi di dunia, pria yang minum teh juga kedapatan sering merokok dan minum alkohol.

Analisis tersebut melibatkan 456.155 peserta berusia 30 sampai 79 tahun yang tidak memiliki riwayat kanker. Semua partisipan terdaftar antara 2004 hingga 2008 dari lima daerah perkotaan dan lima area pedesaan di China.

Pada awal penelitian, peserta melaporkan suhu saat mereka minum teh dan juga beberapa perilaku lainnya, termasuk minum alkohol dan merokok.

Setelah 9 tahun, peneliti menemukan 1731 kasus kanker esofagus dilaporkan pada 1.106 pria dan 625 wanita.

Meskipun penelitian tersebut menunjukkan tidak ada kemungkinan kanker kerongkongan yang lebih tinggi pada peserta yang hanya minum teh setiap hari - panas atau tidak - penulis studi menekankan bahwa "cedera termal kronis pada mukosa esofagus dapat memulai karsinogenesis" atau perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Penelitian sebelumnya telah menekankan bahwa kerusakan pada lapisan pelindung kerongkongan meningkatkan risiko dari hal-hal lain, seperti minum berlebihan dan merokok.

Badan Penelitian Kanker Internasional baru-baru ini mengklasifikasikan minuman panas – di atas 149 F - mungkin karsinogenik bagi manusia. Menambahkan perilaku minum miras dan merokok dengan hobi minum teh panas akan meningkatkan risiko kanker kerongkongan."

Peneliti mengakui dibutuhkan studi lebih prospektif yang secara langsung mengukur suhu teh untuk memvalidasi temuan ini.

Hipotesis bahwa minum minuman sangat panas dapat menyebabkan kanker kerongkongan telah ada sejak tahun 1930an. “Terlepas dari rancangan penelitian dan analisis cermat, penelitian masih bersifat observasional dan mungkin masih mencerminkan adanya kerancuan,” kata peneliti.

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check