Kenali Risiko Unik Stroke pada Perempuan

Kenali Risiko Unik Stroke pada Perempuan

19 Feb 2018

Dokterdigital.com - Stroke belakangan menjadi penyakit yang mengintai kaum perempuan. Penyakit ini  mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria di Amerika Serikat. Dan sebuah studi baru menunjukkan adanya faktor risiko stroke yang unik bagi wanita.

"Banyak orang tidak menyadari bahwa wanita mengalami stroke lebih sering daripada pria, dan angka kematiannya jauh lebih tinggi di kalangan wanita saat terkena stroke," kata penulis studi Dr. Kathryn Rexrode.

"Dengan bertambahnya usia, wanita jauh lebih mungkin terkena stroke sebagai manifestasi pertama penyakit kardiovaskular daripada serangan jantung," imbuh Rexrode yang bekerja di Brigham and Women's Hospital di Boston.

Nah peneliti melakukan studi untuk memahami kerentanan tersebut. "Mengapa lebih banyak wanita terkena stroke daripada pria? Faktor apa yang berkontribusi dan tidak proporsional meningkatkan risiko perempuan?" demikian pertanyaan yang berusaha dijawab melalui riset.

Data menunjukkan, stroke mempengaruhi 55.000 wanita lebih banyak daripada pria setiap tahun di Amerika Serikat. Penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan dan berkontribusi pada kematian nomor tiga besar untuk wanita.

Tim Rexrode menganalisis literatur ilmiah dan mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke pada wanita, yaitu: Menstruasi sebelum usia 10, menopause sebelum usia 45, hormon dehydroepiandrosterone (DHEAS) rendah, serta penggunaan pil kontrasepsi.

Riwayat komplikasi kehamilan juga dapat mengindikasikan risiko stroke yang lebih tinggi. Masalah ini meliputi diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi selama atau segera setelah kehamilan, kata periset.

Beberapa faktor risiko ini biasa terjadi, dan para peneliti menekankan bahwa hanya sedikit wanita yang memiliki satu atau lebih yang menderita stroke. Namun, mereka mengatakan penting bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk menyadari adanya peningkatan risiko stroke pada perempuan.

"Para perempuan harus dipantau dengan hati-hati dan mereka harus sadar bahwa berisiko tinggi, dan termotivasi untuk mematuhi perilaku gaya hidup paling sehat untuk mengurangi risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dan stroke berikutnya," kata Rexrode dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Stroke, 8 Februari 2018.

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check