Poin Penting yang Harus Diperhatikan Selama Kehamilan

Poin Penting yang Harus Diperhatikan Selama Kehamilan

08 Nov 2018

Dokterdigital - Selama kehamilan, banyak hal yang harus diperhatikan oleh ibu untuk memastikan ia dan janin dalam kondisi baik. Lantas, apa saja poin yang harus diperhatikan selama kehamilan? Berikut daftarnya:

1. Kafein
Dokter dan peneliti telah mengetahui bahwa asupan kafein tinggi selama kehamilan dapat membahayakan janin, tetapi  berapa banyak kafein yang dapat membahayakan telah menjadi subyek dari banyak perdebatan.

American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan bahwa wanita hamil sebaiknya membatasi diri untuk hanya megonsumsi 200 miligram atau kurang kafein harian, setara dengan dua cangkir penuh kopi.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini menemukan bahwa jauh lebih sedikit kafein dikaitkan dengan peningkatan risiko bayi yang lebih kecil dibandingkan normal saat lahir. "Jika Anda harus minum kopi, pastikan jumlahnya kurang dari enam ons per hari. Itu hanya setengah dari ukuran tall di Starbucks," kata Dr. Jennifer Wu, ahli kebidanan dan kandungan di Lenox Hill Hospital New York.

2. Asap rokok
Apa lagi yang harus diperhatikan ibu hamil? Asap rokok. Hidup dalam lingkungan berasap telah lama dikaitkan dengan asma dan masalah pernapasan pada anak-anak, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa bahkan paparan asap rokok di rahim dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Satu studi mengenai ibu dan anak di Cina menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang terpapar asap rokok selama kehamilan lebih dari dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan masalah perhatian dan agresi pada usia lima tahun dibandingkan anak dari ibu yang tidak terpajan asap rokok.

3. Antidepresan
Tahukah Anda, bahwa lebih dari 13 persen perempuan minum obat antidepresan selama kehamilan? Hal tersebut dapat berdampak abadi pada janin yang sedang berkembang, menurut sebuah kajian studi baru.

Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) saat hamil mungkin berhubungan dengan risiko yang lebih tinggi keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur dan masalah perilaku, termasuk autisme. Sekitar 3 persen wanita yang mengambil antidepresan selama kehamilan laporan menggunakan SSRI. 

Terapi perilaku kognitif, yang meliputi konseling tetapi bukan obat-obatan, harus menjadi pilhan pertama pengobatan depresi pada wanita usia subur, saran Alice Domar, seorang psikolog di sebuah klinik kesuburan di Boston. "Bicarakan dengan dokter mengenai obat yang akan dipakai sebelum hamil," saran Wu.

4. Vitamin D
Jangan lupa, selama hamil pastikan Anda mendapatkan vitamin D dalam jumlah cukup. Ada semakin banyak bukti bahwa tingkat rendah dari "vitamin sinar matahari" selama kehamilan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu dan anak, demikian dikatakan peneliti di University of Calgary. Tinjauan lebih dari 30 studi terkait rendahnya tingkat vitamin D dihubungkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, pre-eklampsia dan berat bayi lahir rendah.

5. Listeriosis
Sekitar 1.600 orang Amerika setiap tahun menderita kasus listeriosis yang parah, yaitu penyakit yang bersumber dari  makanan yang disebabkan oleh bakteri Listeria. Sekitar satu dari enam kasus terjadi selama kehamilan, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Meskipun risiko mendapatkan listeriosis selama kehamilan mungkin kecil, efeknya bisa membahayakan. Infeksi Listeria dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi pada bayi dan bahkan kelahiran mati.

Daging olahan, seperti hotdog, dan salmon asap dapat terkontaminasi dengan Listeria sebelum makanan dikemas. "Yang disayangkan tentang Listeria adalah bahwa hal itu bisa terjadi dimana saja," kata Dr Melissa Goist, seorang dokter kebidanan dan kandungan di Ohio State University Wexner Medical Center. Dia merekomendasikan agar mencuci semua buah-buahan dan sayuran, serta memanaskan semua daging olahan untuk setidaknya 150 derajat dalam microwave sebelum dimakan.

6. Polusi udara
Menghirup polusi udara luar yang disebabkan oleh lalu lintas, industri dan bahkan debu selama kehamilan dapat sedikit meningkatkan risiko bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah, menurut sebuah studi internasional skala besar.

Sementara wanita tidak selalu bisa mengubah di mana mereka tinggal atau bekerja, menghindari jam lalu lintas sibuk mungkin bisa membantu.

Satu penelitian yang diterbitkan tahun lalu menemukan bahwa meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran selama kehamilan dapat membantu melindungi terhadap efek dari polusi udara, demikian Live Science.

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check