Teh Hitam Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Alasannya

Teh Hitam Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Alasannya

20 Mar 2019

Dokterdigital.com - Teh selama ini banyak memiliki manfaat kesehatan, hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah. Sebelumnya, diketahui bahwa polifenol pada teh hijau lebih efektif dan menawarkan manfaat kesehatan lebih banyak daripada polifenol teh hitam. Alasannya karena bahan kimia teh hijau lebih mudah diserap ke dalam darah dan jaringan.

Meskipun kandungan kafein dalam teh hitam merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan saat minum teh, namun tetap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan kopi hitam.

Teh memiliki banyak penggemar di dunia. Dan banyak dari mereka memilih teh hitam ketimbang teh hijau.

Periset telah mengungkapkan bahwa teh hitam mungkin sama berharganya dengan teh hijau dalam mencegah obesitas dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Temuan menunjukkan bahwa bahan kimia yang ditemukan dalam teh hitam - yang disebut polifenol - mengubah metabolisme energi di hati dengan mengubah metabolit usus.

Studi sebelumnya telah menghubungkan konsumsi teh hitam dengan perbaikan masalah kesehatan seperti pencernaan, kesehatan otak, kanker, kesehatan jantung, diare dan bahkan Parkinson, asalkan dikonsumsi dalam jumlah secukupnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa polifenol teh hijau lebih efektif dan menawarkan manfaat kesehatan lebih banyak daripada polifenol teh hitam karena bahan kimia teh hijau lebih mudah diserap ke dalam darah dan jaringan.

Namun temuan terbaru menunjukkan bahwa teh hitam, melalui mekanisme spesifik melalui mikrobioma usus, juga dapat menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan, kata penulis utama Susanne Henning, Profesor di University of California - Los Angeles (UCLA ).

"Hasilnya menunjukkan bahwa teh hijau dan hitam adalah prebiotik, zat yang mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik yang berkontribusi terhadap kesehatan seseorang," imbuh Henning.

Pada penelitian yang telah dipublikasikan di European Journal of Nutrition, tim peneliti melakukan percobaan pada tikus yang diberikan makanan tinggi lemak dan gula tinggi dan dilengkapi dengan teh hijau atau ekstrak teh hitam.

Kedua kelompok memiliki jenis bakteri yang lebih rendah terkait dengan obesitas, namun memiliki lebih banyak bakteri yang terkait dengan massa tubuh tanpa lemak.

Namun, hanya tikus yang mengonsumsi ekstrak teh hitam yang mengalami peningkatan jenis bakteri yang disebut Pseudobutyrivibrio - yang bisa membantu menjelaskan perbedaan antara bagaimana teh hijau dan hijau mengubah metabolisme energi.

Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan kedua teh melampaui manfaat antioksidannya dan keduanya memiliki dampak yang kuat pada mikrobiom usus, catat Zhaoping Li, Direktur Pusat Nutrisi Manusia UCLA.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check