Manfaat Susu Bukan Sekadar Menguatkan Tulang

Manfaat Susu Bukan Sekadar Menguatkan Tulang

07 Dec 2017

Dokterdigital.com - Susu selama ini dikaitkan dengan kemampuannya dalam memperkuat tulang. Namun sejatinya susu mengandung komposisi asam lemak yang unik dan kompleks dibandingkan dengan pangan lainnya.

Menurut ahli gizi sekaligus sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dr. Marudut, MPS, komposisi asam lemak susu yang unik dan kompleks tersebut terutama karena tiga hal:

1. Tersusun atas lebih dari 50 jenis asam lemak.

2. Selain memiliki kandungan karbon rantai genap seperti yang dimiliki pangan pada umumnya, juga memiliki kandungan karbon rantai ganjil yakni asam pentadecanoat dan asam heptadecanoat atau asam margarat - yang merupakan indikator konsumsi susu.

3. Memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran pencernaan. Sedangkan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

Menurut Marudut, keunikan dan kompleksitas asam lemak inilah yang justru memberikan banyak keuntungan bagi tubuh manusia yang mengonsumsi susu.

Segelas susu rata-rata mengandung 3-4% lemak susu  dan dari jumlah lemak tersebut 90%  terdiri dari asam lemak jenuh, 3.7% asam lemak trans, dan 5.3% asam lemak tak jenuh.

Marudut menjelaskan bahwa asam lemak trans yang ada di dalam susu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan asam lemak trans yang ada di produk pangan  lain.

Penelitian pada orang dewasa multi etnik kohort (penelitian jangka panjang) di Amerika Serikat menemukan bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans palmitoleat merupakan biomarker risiko diabetes yang lebih rendah dan pada konsentrasi  yang lebih tinggi penurunan risiko diabetes melitus dua kali lipat dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah.

“Konsentrasi asam lemak trans-palmitoleat berhubungan dengan penurunan 19% trigliserida, menurunkan insulin puasa 9,1%, menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 2,4 mm Hg dan menurunkan insiden diabetes,” kata Marudut dalam diskusi media di Jakarta, baru-baru ini.

Hasil penelitian ini konsisten dengan metaanalisis dan sistematik review yang dipublikasi tahun 2015 dari 50 penelitian bahwa asam lemak trans khususnya asam trans palmitoleat dapat menurunkan insiden diabetes melitus.

“Hasil meta analisis dan sistematik review tersebut menemukan fakta menarik, yaitu dari 73 penelitian bahwa kematian karena penyakit jantung koroner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans dari susu tetapi berkaitan dengan asam lemak trans dari produk industri hasil hidrogenasi,” kata Marudut.

Yang lebih mengejutkan adalah hasil metaanalisis dari 22 penelitian yang dipublikasi tahun 2016 menunjukkan bahwa asupan susu yang tepat dapat membantu menstabilkan berat badan pada orang dewasa.

Marudut menambahkan, peran asam lemak susu itu penting untuk metabolisme tubuh dan mendukung kesehatan, terutama menghindari risiko penyakit tidak menular. Asam lemak trans yang ada di dalam susu melalui proses biohidrogenasi berbeda dengan asam lemak trans lain yang melewati proses hidrogenasi,” bebernya.

Melalui proses biohidrogenasi, asam lemak dari pakan yang dikonsumsi mamalia dicerna menjadi asam lemak trans di susu. Asam lemak trans proses hidrogenasi sangat berbeda dengan proses biohidrogenasi. “Asam lemak trans pada pangan secara umum melalui proses hidrogenasi, di mana asam lemak ditambah atom hidrogen, seperti yang dapat ditemukan di margarin,” tandas Marudut.

 

2017 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check