Daftar Penyakit yang 'Bersahabat' dengan Migrain

Daftar Penyakit yang 'Bersahabat' dengan Migrain

16 Nov 2018

Dokterdigital.com - Serangan migrain merupakan siksaan tersendiri bagi penderitanya. Sejauh ini penelitian belum menunjukkan bahwa migrain adalah penyebab dari kondisi medis lainnya. Tapi para pakar mengakui kondisi ini dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

Hubungan ini mungkin lebih kuat jika seseorang memiliki aura - gejala yang datang sebelum migrain. Aura ini bisa mencakup kilatan cahaya, bintik hitam, atau kesemutan di tangan atau wajah.

Lantas, kondisi apa saja yang berhubungan dengan migrain?  Mari kita cek daftarnya berikut ini:

1. Stroke

Ada sedikit bukti bahwa migrain akan memicu stroke, atau kedua hal tersebut akan menyerang pada saat bersamaan. Namun, kemungkinan stroke lebih tinggi pada beberapa orang yang memiliki migrain, seperti mereka yang memiliki aura, berjenis kelamin wanita, dan berusia di bawah 45 tahun.

Setelah usia 50, kemungkinan seseorang terkena stroke akibat migrain lebih besar.

Pria dengan migrain lebih mungkin terkena serangan jantung dan sakit jantung. Wanita dengan migrain juga memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit jantung, terutama jika mereka memiliki aura.

2. Tekanan darah tinggi

Studi belum menemukan hubungan yang solid antara tekanan darah tinggi dan migrain. Namun ada bukti bahwa hipertensi bisa membuat seseorang berpeluang mengalami lebih banyak jenis sakit kepala tersebut.

3. Kejang

Jika mengalami migrain, maka orang tersebut dua kali lebih mungkin untuk terkena kejang. Mungkin ada hubungan genetik antara keduanya. Periset percaya bahwa kejang mungkin memiliki penyebab genetik yang sama dengan migrain dengan aura. Namun demikian dibutuhkan lebih banyak studi untuk mengonfirmasi hal ini.

4. Gangguan pendengaran

Migrain membuat seseorang lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran mendadak. Ini merupakan jenis hilangnya pendengaran yang tidak dapat dijelaskan dan cepat yang terjadi selama beberapa hari dan umumnya sangat jarang. Namun, orang-orang yang mengalami sakit kepala parah tersebut mengalami gangguan pendengaran mendadak dua kali lebih sering daripada orang yang tidak terkena migrain.

5. Fibromyalgia

Ini merupakan kumpulan gejala (sindrom) yang menyebabkan rasa sakit kronis, kelelahan, dan gejala lainnya. Migrain sering terjadi pada orang dengan fibromyalgia. Tetap saja, tidak ada bukti bahwa memiliki migrain membuat seseorang lebih mungkin mendapatkan masalah kesehatan ini.

6. Depresi dan Kecemasan

Migrain biasa terjadi pada orang yang memiliki kecemasan. Apabila seseorang memiliki kedua kondisi ini, maka ia cenderung mengalami depresi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aura membuat kecemasan dan depresi lebih mungkin terjadi. Namun lebih banyak riset dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini.

7. PSTD

Seseorang dengan migrain cenderung mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Satu studi menemukan  peluang yang memiliki migrain akan mengalami kemungkinan PTSD 5 kali lebih tinggi.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check