Dyscalculia: Anak Sulit Belajar Matematika, Kenali Tandanya

Dyscalculia: Anak Sulit Belajar Matematika, Kenali Tandanya

31 Jan 2019

Dokterdigital.com - Anak-anak umumnya suka matematika dan menyambut antusias saat diajak berhitung dengan cara menyenangkan. Namun jika anak memiliki masalah dengan angka atau nilai tes matematika rendah sementara di pelajaran lain dia melakukannya dengan baik, mungkin anak memiliki kekurangan dalam belajar matematika, yang disebut dengan dyscalculia.

Dyscalculia adalah kondisi yang berhubungan dengan otak yang membuat aritmatika dasar sulit dipelajari. Ini mungkin keturunan, namun para ilmuwan belum menemukan gen yang terkait dengannya.

Diperkirakan sebanyak 7 persen siswa sekolah dasar memiliki dyscalculia. Penelitian menunjukkan bahwa ini sama lazimnya dengan disleksia - gangguan membaca - tapi tidak begitu dipahami.

Kesulitan belajar matematikan  ada yang menyebutnya "disleksia matematika," tapi ini bisa membingungkan karena dyscalculia adalah kondisi yang sama sekali berbeda. Sekolah atau dokter mungkin menyebutnya "ketidakmampuan belajar matematika" atau "gangguan matematika".

Dyscalculia dapat dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Diperkirakan sampai 60 persen orang yang memiliki ADHD juga memiliki gangguan belajar, seperti dyscalculia.

Anak-anak dengan dyscalculia mungkin kehilangan jejak saat menghitung. Mereka mungkin mengandalkan jari mereka lama setelah anak-anak seumurannya telah berhenti melakukannya. Anak-anak dengan dyscalculia mungkin merasa sulit untuk mengetahui sekilas berapa banyak benda dalam kelompok - yang membantu kita melihat angka 5 dan 3 setelah melempar dadu, tanpa benar-benar menghitung.

Anak-anak dengan dyscalculia mungkin tidak cukup baik memiliki pemahaman dasar tentang angka, atau "rasa nomor”. Hal ini bisa menyulitkan untuk menjelaskan bahwa angka 8 adalah angka lebih besar dari 6. Seorang anak dengan dyscalculia juga mungkin memiliki banyak kecemasan tentang angka. Misalnya, mereka mungkin panik memikirkan pekerjaan rumah matematika.

Ciri-ciri anak dengan dyscalculia di usia sekolah dasar antara lain:

1. Sulit memperkirakan hal-hal seperti berapa panjang objek atau tinggi langit-langit

2. Kesulitan memahami masalah kata matematika

3. Kurang mampu memplelajari matematika dasar, seperti penambahan, pengurangan, dan perkalian

4. Menghubungkan nomor 1 dengan kata yang sesuai (satu)

5. Sulit memahami pecahan

6. Tidak cakap memahami grafik dan charts (konsep visual-spasial)

7. Sulit menghitung uang, sulit mengingat kodepas atau nomor telepon

8. Kurang bisa membaca atau menyebut jam

Jika anak mengalami sejumlah gejala tersebut, orangtua harus selekasnya tanggap dan kunjungi dokter untuk memeriksakan apakah ada masalah penglihatan atau pendengaran yang mungkin mempengaruhi kemampuan belajar anak.

Bicara juga dengan guru matematika untuk mengetahui sejauhmana anak sulit mengikuti pelajaran matematika.

Jika diperkirakan anak menderita dyscalculia setelah berbicara dengan dokter dan gurunya, jadwalkan  janji bertemu dengan seorang spesialis pembelajaran. Ahli pembelajaran akan bicara dengan anak dan menguji kemampuan matematika untuk membantu menentukan apakah dia memiliki dyscalculia.

Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah anak memiliki kondisi tersebut. Tes yang dilakankan umumnya mencakup keterampilan komputasi, keahlian matematika,  penalaran kuantitatif dan  mental computation.

Pakar bisa menarik kesimpulan dari tes ini dan memberikan laporan yang dapat membantu memberikan solusi untuk kondisi anak.

Spesialis pembelajaran, psikolog pendidikan, atau ahli neuropsikologi yang mengkhususkan diri dalam dyscalculia dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematikan pada anak.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check