Multiple Sclerosis Bisa Diteropong dari Mata

Multiple Sclerosis Bisa Diteropong dari Mata

21 Jul 2013

Banyak orang bilang mata tak bisa bohong, artinya jika seseorang mengatakan hal yang bohong, itu bisa terlihat dari gerakan matanya. Selain itu, mata juga dapat menjadi semacam 'kamera' untuk meneropong kondisi penyakit yang diderita seseorang.

Salah satu penyakit yang dapat diamati dari mata adalah multiple sclerosis (MS), yaitu penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Hingga kini tercatat lebih dari 2.000.000 orang di seluruh dunia menderita MS. 

MS diakibatkan oleh kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Sebuah tes sederhana terhadap mata mungkin suatu hari nanti dapat membantu mendianosis MS yang masih dalam stadium awal sehingga memungkinkan peneliti untuk menilai efektivitas pengobatan, demikian hasil penelitian terbaru.

Tes mata tersebut adalah tomografi koherensi optik (OCT) - yang mengukur penipisan retina pada orang yang mengalami MS, kata peneliti di UT Southwestern Medical Center di Dallas, Amerika Serikat.

"Teknik ini memiliki potensi untuk memberikan strategi penilaian yang kuat dan dapat diandalkan untuk mengukur perubahan struktural dalam sistem saraf pusat," kata penulis studi, Dr. Elliot Frohman, profesor neurologi dan oftalmologi serta direktur di Multiple Sclerosis Clinical Center di UT Southwestern Medical Center.

Tes ini tidak hanya digunakan untuk tujuan diagnostik, tetapi dalam uji klinis dipakai untuk memantau apakah pengobatan potensial dapat mencegah keparahan atau mengembalikan fungsi saraf," tambah Frohman.

Ia bersama rekan-rekannya menggunakan OCT untuk mengamati penipisan retina di 299 pasien MS selama sekitar enam bulan hingga 4,5 tahun. Mereka menemukan penipisan retina yang signifikan dan penurunan ketajaman visual selama memonitor pasien.

OCT dapat dipercaya, mudah digunakan, tanpa rasa sakit dan sensitif terhadap perubahan retina dari waktu ke waktu, para peneliti menyimpulkan.

"Seorang dokter mata mungkin suatu hari nanti dapat menggunakan OCT untuk mengidentifikasi penipisan retina saat pemeriksaan mata rutin dan mempertimbangkan MS sebagai diagnosis utama," kata Frohman. 

Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Annals of Neurology. Penelitian tersebut merupakan proyek bersama dengan University of Pennsylvania School of Medicine, John Hopkins University School of Medicine, dan University of Alabama di Birmingham. 

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check