Saran untuk Pasien Kanker: Perbanyak Lemak, Kurangi Gula

Saran untuk Pasien Kanker: Perbanyak Lemak, Kurangi Gula

10 Aug 2018

Dokterdigital.com - Pasien kanker rentan terhadap malnutrisi, sehingga diperlukan dukungan gizi spesifik mereka mereka dapat merespon terhadap terapi dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas kehidupannya sepanjang masa perawatan.

Apabila selama ini ada anggapan lemak sebagai penyebab dari berbagai gangguan kesehatan, namun lemak malah berdampak baik bagi pasien kanker. Asupan lemak justru dapat membantu pemulihan penyakit.

Mengapa demikian? Menurut Dr Fiastuti Witjaksono MSc, MS, SpGK, Spesialis Gizi Klinik dari RSUP Cipto Mangunkusumo, sel kanker hanya bisa tumbuh dengan asupan dari glukosa (gula sederhana). Untuk itu, nutrisi spesifik yang penting bagi pasien kanker adalah yang rendah karbohidrat dan kaya protein.

Mendapatkan asupan nutrisi yang tepat penting bagi pasien kanker, karena mereka biasanya akan mengalami penurunan berat badan seiring dengan nafsu makan yang menurun.

Fiastuti mengatakan, raasa pengecapan pada pasien kanker berubah. “Kalau sudah mendapat terapi radiasi bisa hilang selera makan atau kehilangan tenaga, padahal mereka butuh energi yang besar untuk melawan kankernya," kata Fiastuti.

Malnutrisi pada pasien kanker  akan menyebabkan penurunan imunitas tubuh sehingga mudah mengalami infeksi serta efek terapi menjadi kurang efektif. “Padahal, kebutuhan energi pasien kanker meningkat menjadi 150 persen dari kebutuhan manusia secara normal,” ujarnya.

Spesialis gizi klinik dari RSCM ini menambahkan, guna menekan pertumbuhan sel kanker, seseorang membutuhkan nutrisi lemak yang lebih tinggi karena sel kanker tidak bisa memetabolisme lemak.

Pasien kanker juga butuh asupan tinggi protein untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. "Sumber energi utama bagi kanker adalah glukosa tapi tidak bisa memetabolisme lemak. Sehingga pasien kanker memerlukan nutrisi dengan kandungan lemak yang tinggi," urai Fiastuti.

Lemak baik yang dianjurkan untuk pasien kanker adalah omega 3. Zat gizi ini memiliki sifat anti-peradangan serta dapat meningkatkan efek terapi yang dijalani pasien.

Fiastuti menambahkan, studi klinis membuktikan bahwa minyak ikan atau omega 3 dapat meningkatkan efektivitas first line chemoterapy, sehingga pasien kanker bisa cepat pulih.

Hati-hati dengan Gula

Sel kanker menggunakan gula untuk tumbuh dan berkembang. Gula yang dimaksud tak hanya berupa gula pasir saja, namun juga termasuk gula merah, gula batu, hingga madu.

Fiastuti menyarankan masyarakat membatasi asupan gula untuk mencegah sel kanker berkembang. Dia menyarankan asupan lemak baik, karena sel kanker tak mampu memetabolisme lemak.

Lemak baik yang dimaksud adalah lemak tidak jenuh yang salah satunya berasal dari ikan. Kandungan omega-3 pada ikan diyakini dapat mencegah peradangan seperti kanker.

Selain itu, konsumsi gula yang berlebih juga dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan kanker pada semua kelompok usia.

Fiastuti menekankan perlunya pola makan seimbang karena segala sesuatu yang berlebihan berpotensi mendatangkan masalah bagi kesehatan.

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check