Kaki Kurus Rentan Terkena Sindrom Metabolik

Kaki Kurus Rentan Terkena Sindrom Metabolik

23 Jan 2021

Dokterdigital.com - Memiliki kaki kurus menjadi idaman perempuan demi alasan keindahan. Namun tungkai kurus bisa jadi malah memiliki implikasi buruk bagi kesehatan.

Selama ini kita mengandalkan indeks massa tubuh (BMI), sebagai indikator kesehatan, namun angka ini tidak selalu ‘menceritakan’ kondisi tubuh yang sebenarnya. Menurut sebuah penelitian baru, salah satu karakteristik terbesar penderita metabolik yang tidak sehat - yang juga kurus - adalah kurangnya akumulasi lemak di kaki mereka.

Memiliki sedikit lemak di bagian bawah tubuh - meskipun memiliki BMI yang sehat mungkin merupakan indikasi masalah kesehatan lainnya: Individu ini tiga kali lebih mungkin mengalami kematian dan atau penyakit kardiovaskular bila dibandingkan dengan individu yang memiliki berat badan sehat tanpa akumulasi lemak yang tidak seimbang ini.

Peneliti berharap temuan ini dapat membantu menghilangkan mitos bahwa berat badan rendah dan kesehatan selalu berjalan seiring, dan berfungsi sebagai alat pencegahan bagi individu kurus yang mungkin tidak menyadari faktor risiko terkait masalah metabolisme.

Kesehatan metabolik berkaitan dengan kesehatan proses kimia yang kita gunakan untuk mengubah makanan menjadi energi - dengan kata lain, metabolisme kita.

Enzim dalam tubuh memecah nutrisi yang ditemukan dalam makanan, seperti protein dan lemak, dan mengangkutnya untuk digunakan sebagai bahan bakar di bagian tubuh yang lain atau menyimpannya di hati, lemak tubuh, atau otot untuk digunakan nanti. Ketika sesuatu dalam proses ini berjalan salah, kesehatan metabolik seseorang akan menjadi taruhannya.

Biasanya, kesehatan metabolik dikaitkan dengan berat badan, karena akumulasi massa tubuh yang tinggi merupakan salah satu tanda pertama dan paling penting dari masalah metabolik. Namun, tidak semua orang dengan kelebihan lemak tubuh secara metabolik tidak sehat, dan seperti yang ditunjukkan dalam penelitian baru, tidak semua orang yang memiliki tubuh sehat ditilik dari sisi BMI, sehat pula secara metabolisme.

Penelitian ini didasarkan pada informasi kesehatan dari 981 individu dengan berbagai ukuran tubuh. Para peneliti mengukur kesehatan metabolik karena memiliki lebih dari dua faktor yang terkait dengan sindrom metabolik.

Dari 981 subjek, sebanyak 18 persen dari populasi kurus ditemukan secara metabolik tidak sehat seperti yang diukur dengan memiliki dua atau lebih indikator kesehatan metabolik.

Menurut National Institutes of Health, sindrom metabolik adalah kelompok faktor risiko yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke. Beberapa faktor ini meliputi ukuran pinggang yang besar (juga dikenal sebagai obesitas perut), tekanan darah tinggi, dan kadar trigliserida tinggi (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah).

Hasil juga menunjukkan bahwa penyimpanan lemak dalam jumlah rendah di kaki merupakan penentu terkuat dari risiko metabolik pada subyek kurus, sedangkan lemak intra-abdomen (lemak terletak di sekitar organ tubuh dan bukan di bawah kulit) dan penyakit hati berlemak non-alkohol adalah faktor penentu terbesar risiko metabolik pada individu gemuk.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sekitar 20 persen populasi di Amerika Serikat yang dianggap memiliki berat badan sehat menurut BMI - mereka sebenarnya tidak sehat secara metabolik dan berisiko tinggi meninggal atau terkena penyakit.

Temuan ini tidak berarti bahwa memiliki kaki kurus merupakan tanda tertentu berpotensi terkena penyakit metabolik. Namun setidaknya ini berarti pemilik kaki kurus dengan BMI normal mesti waspada.

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check