Teh Hijau Mampu Atasi Keluhan Gigi Sensitif

Teh Hijau Mampu Atasi Keluhan Gigi Sensitif

21 Jan 2019

Dokterdigital.com - Gigi sensitif menjadi keluhan yang tak jarang merepotkan bagi penderitanya. Sayangnya, perawatan yang tersedia untuk gigi sensitif tidaklah banyak.

Namun para peneliti kini telah mengembangkan bahan baru untuk melindungi gigi sensitif dengan lebih baik, yaitu menggunakan polifenol teh hijau.

Bagi orang dengan gigi sensitif, minum sesuatu yang terlalu panas atau terlalu dingin menyebabkan rasa sakit yang tajam dan sering tak tertahankan. Gigi sensitif dan sakit gigi dilaporkan mempengaruhi lebih dari 25 persen orang di Amerika Serikat.

Alasan mengapa gigi sensitif bisa terjadi adalah karena lapisan enamel pelindung pada permukaan gigi terkikis, sehingga membuka lapisan tulang berikutnya dari jaringan tulang, yang disebut dentin.

Dentin mengandung tabung kecil yang kosong di dalamnya, dan saat ujung mikrotubes terbuka, hal itu akan membuat cairan panas atau dingin mengalir langsung ke saraf gigi - sehingga menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menyentak.

Orang dengan gigi sensitif juga lebih rentan terhadap pengembangan gigi berlubang (karies) karena mikrotubulus ini rentan terpapar bakteri.

Perawatan yang tersedia saat ini didasarkan pada oklusi, atau penutupan, dari mikrotubulus ini menggunakan bahan yang disebut nanohidroksiapatit. Namun, bahan ini tidak cukup tahan atau mampu menghalangi bakteri untuk menembusnya.

Dengan erosi dan abrasi gigi setiap hari dari penyikatan gigi, mikrotubulus yang tersumbat cepat hilang, dan bakteri yang lebih agresif seperti Streptococcus mutans dapat menembus "segel mikrotubulus".

Karena kerentanan pengobatan konvensional inilah tim peneliti - yang dipimpin oleh Dr. Cui Huang, dari Universitas Wuhan di China - bertekad untuk mengeksplorasi terapi alternatif.

Sebuah studi baru yang merinci inovasi ini telah dipublikasikan di jurnal ACS Applied Materials & Interfaces.

Dr. Huang dan koleganya mulai membuat "biomaterial serbaguna" dengan menggunakan bahan tradisional nanohidroksiapatit namun menambahkan bahan utama senyawa teh hijau.

Senyawa ini epigallocatechin-3-gallate (ECGC), merupakan polifenol paling aktif dalam teh hijau. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa senyawa ini dapat secara efektif melawan S. mutans.

Para ilmuwan merangkum campuran ini ke dalam nanopartikel silika mesopori (MSN). Karena ukuran pori-porinya medium (atau mesoporositas) dan sifat permukaannya, MSN banyak digunakan sebagai pembawa obat.

Peneliti memilih MSN karena terbukti memiliki ketahanan unik terhadap asam yang memicu rongga yang berbahaya, serta menunjukkan "kekuatan mekanik yang superior".

Dengan menggunakan teknik yang disebut confocal laser scanning microscopy, para peneliti menguji kemampuan biomaterial yang baru dikembangkan untuk menghalangi pembentukan biofilm yang dibentuk S. mutans secara normal di permukaan dentin.

Selain itu, mereka melakukan tes biologis dan tes sitotoksisitas pada jaringan pulpa gigi molar premolar dan gigi molar yang diekstraksi, atau gigi geraham.

Tes tersebut menunjukkan bahwa biomaterial baru berhasil menghambat mikrotubulus dentin dan mengurangi permeabilitas dentin. Selain itu, materi ini dilepaskan EGCG terus menerus selama lebih dari 96 jam.

Bahan ini juga terbukti tahan terhadap erosi dan abrasi, serta melindungi biofilm S. mutans.

Bahan ini secara signifikan [menghambat] pembentukan dan pertumbuhan biofilm S. mutans di permukaan dentin," tulis  peneliti. Sepengetahuan mereka, inilah pertama kalinya hasil tersebut diperoleh.

Dr. Huang dan rekan-rekannya berharap bahwa bahan ini akan berhasil mengobati gigi sensitif.

"Dengan demikian, pengembangan [materi baru] menjembatani kesenjangan antara konsep multifungsi dan praktik klinis gigi dan menjanjikan dalam memberikan strategi terapeutik kepada dokter gigi untuk pengelolaan permukaan dentin untuk melawan hipersensitivitas dan karies gigi,” papar Huang seperti dilaporkan Medical News Today.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check