Perempuan 'Tulalit' Saat Haid? Mitos

Perempuan 'Tulalit' Saat Haid? Mitos

05 Nov 2018

Dokterdigital.com - Kram perut, perubahan suasana hati, dan payudara yang sakit hanyalah beberapa gejala mengganggu yang bisa menyertai menstruasi. Istilahnya saat mendapat haid, perempuan kerap memasang status atau tanda ‘senggol bacok’ alias mudah tersinggung.

Namun, bertentangan dengan kepercayaan popular ini, ‘kabut otak’ tampaknya merupakan satu gejala yang tidak mungkin muncul pada waktu itu. Poinnya, anggapan perempuan 'tulalit' atau 'lemot' saat haid tidak terbukti.

Peneliti menemukan bahwa perubahan hormonal yang terjadi saat menstruasi tidak berdampak pada fungsi kognitif. Temuan ini kemungkinan merupakan berita baik bagi wanita usia subur.

Pemimpin studi Prof. Brigitte Leeners, dari Universitas Zurich di Swiss, dan rekan-rekannya baru-baru ini melaporkan temuan mereka di jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience.

Siklus menstruasi melibatkan naik turunnya tiga hormon kunci: estrogen, progesteron, dan testosteron. Hormon ini bekerja untuk mempersiapkan lapisan rahim bagi kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi, lapisan rahim dilepaskan atau luruh.

Tingkat hormon yang bervariasi sepanjang siklus menstruasi memiliki efek lain, termasuk perubahan mood atau suasana hati. Tapi apakah siklus bulanan yang tak terelakkan mempengaruhi fungsi kognitif? Banyak wanita menganggap begitu.

"Sebagai spesialis dalam pengobatan reproduksi dan psikoterapis, saya berurusan dengan banyak wanita yang memiliki kesan bahwa siklus menstruasi mempengaruhi kesejahteraan dan kinerja kognitif mereka," kata Prof. Leeners seperti dikutip Medical News Today.

Namun, Prof. Leeners dan tim mengatakan bahwa penelitian tentang persepsi ini telah menghasilkan hasil yang bertentangan.

"Interpretasi studi observasional mengenai hubungan antara fungsi kognitif prefrontal dan kadar hormon di seluruh siklus menstruasi wanita rumit karena ukuran sampel yang kecil dan replikasi yang buruk," demikian catatan penulis.

Dalam risetnya, para peneliti menetapkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai apakah menstruasi mempengaruhi fungsi kognitif atau tidak.

Untuk mencapai temuan mereka, para peneliti melibatkan 88 wanita usia subur yang memiliki siklus menstruasi teratur.

Pada empat titik waktu selama satu siklus menstruasi, peserta menjalani tes yang mengukur perubahan dalam tiga fungsi kognitif: perhatian, bias kognitif, dan memori kerja. Tingkat hormon subjek juga dipantau.

Data menunjukkan bahwa perubahan kadar estrogen, progesteron, dan testosteron tampaknya mempengaruhi bias dan perhatian kognitif. Namun, temuan ini tidak bisa direplikasi.

Pada analisis lebih lanjut pada 68 wanita selama siklus menstruasi kedua, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa perubahan hormonal mempengaruhi perhatian, bias kognitif, atau memori kerja.

Berdasarkan hasil ini, para periset percaya bahwa haid tidak mungkin mempengaruhi kekuatan otak seorang wanita. "Meski mungkin ada pengecualian individu, kinerja kognitif wanita pada umumnya tidak terganggu oleh perubahan hormonal yang terjadi pada siklus menstruasi." Kata Prof. Brigitte Leeners

Meskipun temuan ini mungkin membuat pikiran wanita tenang, Prof. Leeners mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana siklus menstruasi mempengaruhi kemampuan otak.

Penelitian semacam itu akan menguntungkan kelompok wanita yang lebih besar, dan juga perempuan dengan gangguan hormon.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check