Antisipasi Dehidrasi Hadapi Kemacetan Panjang Mudik Lebaran

Antisipasi Dehidrasi Hadapi Kemacetan Panjang Mudik Lebaran

19 Jun 2017

Dokterdigital.com - Menjelang mudik kali ini, beberapa pasien saya dengan penyakit kronis misal diabetes melitus (DM), hipertensi, penyakit kanker atau bahkan orang tua usia lanjut melapor dan izin dulu kepada saya untuk melakukan mudik dengan perjalanan darat melalui jalur darat. Dengan perhitungan bahwa kemacetan mencapai 12 jam tentu saya akan izinkan.

Sebagai dokter penyakit dalam kalau saja memang pasien saya tersebut akan melakukan perjalanan panjang puluhan jam pasti saya tidak  izinkan untuk berangkat. Belum lagi dalam perjalanan tersebut minim makanan dan minuman begitu pula untuk buang air kecil menjadi tidak mudah karena berada ditengah kemacetan.

Dehidrasi merupakan kondisi yang umum terjadi saat seseorang dalam perjalanan apalagi ditengah kemacetan. Ketersediaan air yang terbatas atau karena sulitnya buang air kecil membuat seseorang dalam perjalanan khususnya perjalanan darat menghindari untuk minum dan tentu ini akan memperberat kondisi dehidrasi. Belum lagi jika mereka berada di dalam kendaraan ber AC dan dengan sirkulasi udara yang tidak baik.

Terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat kulit kering sehingga tidak bisa mempertahankan air dari dalam tubuh sehingga kita akan mudah jatuh di dalam dehidrasi. Jadi bisa ditebak jika kita berada puluhan jam di ruang AC maka kita akan mudah jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.

Buat anak muda yang memang sehat dan kondisi fisik prima serta tidak mempunyai penyakit kronik mungkin akan kuat menghadapi kondisi macet berlama-lama. Tapi untuk orang tua dengan penyakit kronis misal sakit jantung, sakit paru atau penyakit DM tentu kondisi kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya.

Dehidrasi memang ada tahapannya, mulai ringan sedang dan berat. Yang menjadi masalah karena di ruang ber AC tubuh tidak berkeringat dan rasa haus juga tidak muncul. Belum lagi para orang tua umumnya mempunyai kepekaan terhadap rasa haus yang rendah.

Jika dehidrasi berlanjut jantung akan berdetak lebih cepat dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami dehidrasi tersebut mengalami sakit kepala,emosinya meningkat dan  bisa saja menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

Karena tidak ada asupan yang adekuat (cukup) selama kemacetan selain asupan minum yang rendah serta asupan elektrolit yang rendah tentu kondisi dehidrasi akan diperburuk dengan asupan elektrolit yang rendah. Hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pemudik yang memang sudah ada masalah kesehatan sebelumnya.

Saat terjebak kemacetan, selain faktor dehidrasi dan asupan elektrolit serta asupan kalori yang rendah, stres di tengah perjalanan juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan. Stres akan meningkatkan kecemasan dan kembali lagi akan membuat jantung berdetak lebih cepat, nafas menjadi sesak dan asam  lambung meningkat.

Buat penderita darah tinggi, stres akan menyebab tekanan darah meningkat. Kadar gula darah juga naik saat seseorang mengalami stres. Saya selalu mengingatkan pemudik harus juga mengantisipasi kondisi kemacetan ini. Saya selalu mengingatkan siapkan kondisi fisik tetap prima sebelum berangkat, siapkan makanan kecil dan minuman yang cukup selama perjalanan. Tetap pertahankan minum 2 liter dalam 24 jam.

Jika selama perjalanan banyak mengeluarkan keringat, jumlah air minum harus ditingkatkan. Siapkan buah-buahan seperti jeruk, apel atau buah pear.  Buah bisa jadi sumber kalori, air, serat vitamin dan mineral.

Penulis: Ari Fahrial Syam MD,PhD, FACP (Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia/Cipto Mangunkusumo Hospital, The Chairman of Indonesian Society of Digestive Endoscopy)

 

2017 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check