Miliki Tubuh Langsing Proporsional dengan Coolsculpting

Miliki Tubuh Langsing Proporsional dengan Coolsculpting

12 Jun 2017

Dokterdigital.com - Cantik tak lagi dilihat hanya dari wajah, namun juga bentuk tubuh. Makna kecantikan juga mengalami pergeseran. Ada masanya kecantikan identik dengan tubuh gemuk, namun kini hal itu tak lagi berlaku. Cantik kini merujuk pada bentuk tubuh ideal dengan sebisa mungkin meminimalkan tumpukan lemak.

Tak bisa dimungkiri, tumpukan lemak di sejumlah bagian tubuh membuat rasa percaya diri berkurang, khususnya pada perempuan.

Ada dua jenis lemak yang perlu kita ketahui, yaitu lemak dalam dan lemak luar. Dua jenis lemak ini sangat berbeda sehingga membutuhkan perlakuan yang berbeda pula.

Lemak dalam merujuk pada jenis lemak yang membungkus organ tubuh bagian dalam, mialnya hati atau usus. Lemak ini lazim disebut visceral fat, yang dikaitkan dengan gangguan kesehatan. Namun jenis lemak ini dapat dibuang dengan pola makan yang baik dan olahraga.

Lemak luar merupakan lemak yang berada di bawah kulit. Lemak ini dipandang tak terlalu berbahaya bagi kesehatan, namun mengganggu penampilan.

Ciri-ciri kelebihan lemak luar adalah dari bentuk tubuh yang bergelambir atau berupa lipatan, seperti yang sering terlihat di bagian perut, paha, punggung dan pipi. Lemak inilah yang mengganggu penampilan.

Nah, sayangnya lemak luar ini relatif sulit dihilangkan hanya dengan diet atau olahraga. Ini karena baik diet maupun olahraga hanya mampu mengurangi ukuran lemak tapi tidak dapat mengurangi jumlah lemak yang ada di dalam tubuh.

Cara untuk menyingkirkan lemak luar yang dikenal sekarang adalah dengan prosedur bedah (liposucion/sedot lemak) dan peluruhan lemak (lipolysis) yang tak melibatkan metode bedah.

Menurut pakar estetika dan kecantikan dr. Olivia Ong dari Jakarta Aesthetic Clinic, Jakarta, metode penghilangan lemak tanpa pembedahan yang kini sedang digandrungi adalah dengan menggunakan coolsculpting. Metode ini diklaim dapat menyingkirkan lemak dari tubuh dengan aman.

Olivia menjelaskan, sejak bayi hingga masa pubertas manusia mengalami pembentukan sel-sel lemak luar. "Ketika dewasa, manusia bisa memproduksi sel lemak kembali ketika hamil atau makan tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya. Diet dan olahraga tidak dapat mengurangi jumlah sel lemak tersebut. Jadi, hanya mengubah bentuknya menjadi lebih kekar atau berotot," urai Olivia dalam acara buka bersama media di Jakarta Aesthetic Clinic, baru-baru ini.

Coolsculpting, kata Olivia, bekerja mengurangi jumlah sel lemak dengan pemanfaatan suhu dingin. Pada suhu rendah, sel lemak akan mati dan akhirnya keluar bersama urin dan keringat.  Olivia mengklaim, sekali terapi dengan coolsculpting, sebanyak 20-30 persen sel lemak akan mati.

Metode coolsculpting bekerja dengan memaparkan bagian tubuh yang berlemak dengan suhu dingin sampai sekitar minus 10 derajat selama 45 menit. Dengan paparan suhu dingin ini lemak dapat meluruh perlahan melalui keringat atau urin.

Coolsculpting bukanlah cara instan, Olivia mengingatkan. "Butuh waktu sekitar dua sampai tiga bulan untuk melihat hasilnya," urainya.

Agar mencapai hasil optimal, usai melakukan coolsculpting disarankan banyak minum air putih serta mengimbanginya dengan olahraga untuk mempercepat proses peluruhan lemak secara alami.

Metode peluruhan lemak ini dapat dilakukan pada bagian dagu, lengan, perut dan paha. Jangan cemas dengan kekenyalan kulit, karena meski kulit terpapar suhu dingin, Olivia menjamin kulit tidak akan menjadi kendur. Juga metode ini tidak mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah, juga organ lain.

Olivia menandaskan, metode coolsculpting bisa menjadi pilihan dalam menghilangkan lemak luar karena dipandang aman. Bisa dilakukan pria dan wanita. Namun tidak disarankan dilakukan mereka yang memiliki hernia (usus menonjol). "Untuk kasus hernia, bagian tubuh itu tidak boleh dilakukan coosculpting," ujarnya.

Bagaimana dengan ibu melahirkan yang ingin melakukan coolsculpting? Olivia menyarankan untuk menunggu setahun baru bisa melakukan prosedur ini. "Tunggu semua jaringan pulih," pungkasnya.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check